Pasukan militer Israel memperluas serangan hingga membombardir sejumlah bank di Lebanon pada Minggu malam (20/10/2024) waktu setempat. Tujuannya adalah demi melumpuhkan aktivitas keuangan dan pengelolaan dana untuk Hizbullah.
Ratusan penduduk ibu kota Lebanon dan pinggiran kota sekitarnya bergegas meninggalkan rumah pada sesaat setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeluarkan serangkaian perintah evakuasi. Tak lama kemudian ledakan dari serangkaian serangan udara terdengar di mana-mana.
Juru bicara IDF Daniel Hagari memberikan perintah evakuasi bagi penduduk Beirut dan wilayah lain di Lebanon lantaran pihaknya tengah menargetkan bank-bank yang diduga digunakan untuk membiayai kegiatan teror Hizbullah. Hagari memang tidak menyebutkan nama lembaga-lembaga yang menjadi sasarannya, tapi dalam serangan tersebut, sejumlah cabang Al-Qard Al-Hasan menjadi sasaran serangan udara Israel.
AS dan Israel telah lama mencurigai hubungan bank tersebut dengan kelompok militan dan politik yang didukung Iran tersebut. Akibatnya, sejumlah gedung tampak terbakar dan runtuh.
Bank yang menjadi sasaran tersebut adalah Al-Qard Al-Hasan, atau AQAH, yang tengah berada di bawah sanksi AS sejak 2007. Departemen Keuangan AS memandang bank tersebut sebagai pengelola dana untuk Hizbullah.
Bank tersebut hanyalah kedok untuk mengelola aktivitas keuangan kelompok teroris dan untuk mendapatkan akses ke sistem keuangan internasional. Sejak itu, para pejabat Departemen Keuangan AS terus menuduh Hizbullah menyalahgunakan sektor keuangan Lebanon melalui bank tersebut.
Hizbullah juga dituding menguras sumber daya keuangan Lebanon padahal negara itu sedang bergulat dengan krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan.
Al-Qard Al-Hasan dilaporkan memiliki lebih dari 30 cabang di seluruh Lebanon. Serangan Israel terhadap cabang-cabang bank tersebut menandai perluasan perangnya melawan Hizbullah. Dan itu telah melampaui apa yang digambarkan IDF sebelumnya bahwa pihaknya hanya menargetkan situs militer kelompok Hizbullah.
IDF mengatakan, tentara Israel juga terus melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan dan telah berhasil membongkar sejumlah besar senjata Hizbullah. Pihaknya juga membunuh sejumlah anggota Hizbullah, termasuk komandan level taktis.
Sedikitnya 2.464 orang, termasuk 127 anak-anak, telah terbunuh di Lebanon sejak konflik antara Israel dan Hizbullah terus meningkat sejak setahun lalu. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sekitar 1,2 juta orang telah mengungsi akibat konflik tersebut.
Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengatakan, dirinya yakin, tidak akan ada solusi kecuali melalui diplomasi, untuk mengakhiri pertempuran di wilayah tersebut. Sayangnya, sejak pertengahan bulan lalu, ia putus kontak dengan Hizbullah.
Amelie Fabiola


