Dalam langkah strategis menuju penyelesaian pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Basuki Hadimuljono sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
Penunjukan ini disambut baik oleh Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizami Karsayuda, yang menilai pria yang juga akrab dengan panggilan Pak Bas, sebagai sosok yang ahli di bidang infrastruktur. Menurutnya, penunjukan ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan IKN yang telah menjadi proyek ambisius pemerintah.
Dalam pernyataannya, Rifki menekankan bahwa Otorita IKN perlu diberikan kewenangan lebih dari sekadar pengelolaan IKN. Ia berharap lembaga ini juga dapat berperan dalam pembangunan dan penataan infrastruktur.
“Kami mendukung penuh sikap Presiden Prabowo yang menargetkan penyelesaian infrastruktur dan pembangunan ekosistem kawasan IKN dalam empat tahun ke depan,” ungkapnya baru-baru ini.
Target tersebut ditetapkan untuk diselesaikan satu tahun sebelum akhir periode pemerintahan 2024-2029, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan proyek ini.
Kondisi Terkini Pembangunan IKN
Dalam waktu dekat, pimpinan Komisi II DPR RI berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan IKN. Peninjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi persiapan dan perkembangan proyek, terutama terkait penataan kawasan yang didanai melalui investasi non-APBN.
Dalam konteks ini, Basuki Hadimuljono diharapkan dapat memanfaatkan pengalamannya sebagai mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat pembangunan.
Terpisah, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memastikan bahwa Basuki diminta untuk melanjutkan pembangunan IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
“Pak Basuki diminta melanjutkan lagi,” ungkapnya, menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan IKN hingga siap digunakan.
Rencana ini juga mencakup pembangunan gedung-gedung untuk eksekutif, legislatif, dan yudikatif dalam waktu empat tahun ke depan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo.
Kerangka Hukum OIKN
Pentingnya posisi Kepala Otorita IKN juga tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, yang menyatakan bahwa Otorita IKN setara dengan kementerian.
Dalam pasal 5 Ayat 4, dijelaskan bahwa Kepala Otorita IKN akan ditunjuk oleh Presiden setelah berkonsultasi dengan DPR. Hal ini memberikan legitimasi dan dukungan hukum bagi Basuki dalam menjalankan tugasnya.
Komitmen Berkelanjutan untuk IKN
Menariknya, komitmen untuk menyelesaikan IKN ini bukan hanya sekadar janji, tetapi menjadi keputusan yang telah disepakati dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa Presiden Prabowo berencana merampungkan IKN dalam empat tahun ke depan. “Tidak perlu ada pertanyaan lagi soal itu,” ungkapnya, menandakan bahwa IKN adalah proyek penting yang akan memengaruhi masa depan Indonesia sebagai ibu kota politik.
Dengan penunjukan Basuki Hadimuljono sebagai Kepala Otorita IKN, diharapkan percepatan pembangunan IKN dapat segera terwujud. Target empat tahun yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo menunjukkan komitmen pemerintah untuk melanjutkan proyek ambisius ini, serta menghadirkan infrastruktur yang memadai bagi seluruh aspek pemerintahan di Ibu Kota Nusantara.
Pembangunan IKN yang berkelanjutan diharapkan dapat menjadi daya ungkit bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur, menjadikan daerah ini sebagai pusat pemerintahan yang modern dan efisien.
Sosok Pak Bas, Mantan Menteri PUPR yang Berpengalaman
Seperti diketahui, Basuki Hadimuljono sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam kabinet Joko Widodo. Selama masa jabatannya, Basuki dikenal karena kebijakannya yang fokus pada pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berkualitas di seluruh Indonesia.
Ia memimpin berbagai proyek besar, seperti pembangunan jalan tol, jembatan, dan bendungan, yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Di bawah kepemimpinannya, kementerian ini berhasil mempercepat proses pembangunan dengan menerapkan teknologi baru dan pendekatan inovatif, serta berkolaborasi dengan sektor swasta untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur.
Di samping itu, Basuki juga memainkan peran penting dalam program penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia meluncurkan berbagai inisiatif untuk mempercepat pembangunan rumah subsidi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan yang terjangkau.
Kinerja cemerlang Basuki selama menjabat sebagai Menteri PUPR membuatnya mendapatkan kepercayaan dari Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan tugas penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai Kepala Otorita IKN. Pengalaman dan keahliannya dalam bidang infrastruktur diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek ambisius ini dalam waktu empat tahun ke depan.
Penulis: Purba Handayaningrat


