Terkadang, seseorang tak hanya butuh ‘healing’ mental dan fisik saja. Seringkali, secara
spiritual seseorang juga butuh penyegaran demi ketenangan batin.
Memilih wisata religi di Solo atau Surakarta, Jawa Tengah bisa jadi pilihan. Rekreasi ke
destinasi bernuansa religi di kota bersejarah ini dapat memberikan pengalaman spiritual
yang mendalam dan penuh makna.
Pertama-tama, tentukan tujuan spiritual dari perjalanan Anda, apakah itu untuk
memperdalam pengetahuan agama, mencari ketenangan batin, atau menikmati ritual-ritual
keagamaan yang khas.
Pertimbangan Sebelum Berwisata
Lakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui sejarah dan kepentingan religius dari
berbagai destinasi yang ada di Solo. Selain itu, perhatikan aksesibilitas lokasi, termasuk
transportasi dan akomodasi yang tersedia, untuk memastikan perjalanan nyaman dan
lancar.
Alasan Pilih Solo untuk Wisata Religi
Seperti diketahui Solo adalah salah satu kota di Indonesia yang kaya akan warisan budaya
dan spiritual. Memilih wisata religi di Solo bisa menjadi pengalaman yang sangat bermakna.
Solo menawarkan berbagai destinasi wisata religi yang dapat memperkaya pengetahuan
dan pengalaman spiritual.
Berwisata religi bisa karena ingin lebih mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa,
menambah wawasan, melepas kejenuhan, menghilangkan stres dan lainnya. Untuk yang
berencana melakukan wisata religi salah satunya bisa ke Solo.
Ini Rekomendasi Tempat yang Bisa Dikunjungi
- Masjid Agung Keraton Surakarta
Alamat: Jl. Masjid Agung No.1, Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo
Jam buka: 24 jam, untuk Keraton Surakarta 09.00 – 14.00 WIB (Senin-Kamis), 09.00 –
16.00 (Sabtu-Minggu)
Tiket masuk: Wisatawan lokal Rp 10.000, wisatawan mancanegara Rp 15.000, rombongan
wisatawan lokal Rp 8.000, kamera Rp 3.500
Sekilas Masjid Agung Keraton Surakarta
Lokasinya ada di area Alun-alun Utara Kraton dan merupakan salah satu masjid tertua di
Solo. Selain itu tempat ibadah ini juga merupakan bagian dari keraton kasunanan Surakarta.
Saat memasuki masjid bisa melihat kelengkapan masjid keraton atau sering disebut dengan maksura. - Masjid Raya Sheikh Zayed Al-Nahyan
Alamat: Jl. Surya IV, Jebres, Kecamatan Jebres, Solo
Jam buka: 04.00 – 21.00 WIB
Tiket masuk: Gratis
Sekilas Masjid Zayed Al-Nahyan
Berkunjung ke Solo ndak mampir ke tempat ini ya rugi. Masjid Raya Sheikh Zayed Al-Nahyan yang kemegahannya mirip Grand Mosque Sheikh Zayed yang ada di Abu Dhabi,Unit Emirat Arab. Tempat ibadah ini masih tergolong baru karena baru saja diresmikan pada November 2022 lalu. - Masjid Laweyan
Alamat: Jl. Liris No1. Pajang Laweyan, Kampung Batik Laweyan, Dusun Belukan, Kelurahan
Pajang, Kecamatan Laweyan, Surakarta.
Jam buka: 24 jam
Tiket masuk: Gratis
Sekilas Masjid Laweyan
Ini merupakan masjid tertua di kota ini. Tempat ibadah ini sudah ada sejak 1564 dan
dibangun pada masa Kerajaan Pajang. Menariknya, walaupun usianya sudah tua tapi
bangunan masjid tetap dalam kondisi terawat sampai sekarang. - Masjid Sholikhin
Alamat: Jl. Gajahmada No.97, Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta
Jam buka: 24 jam
Tiket masuk: Gratis
Sekilas Masjid Solikhin
Masjid Sholikhin bangunannya tidak luas maupun megah, tapi tempat ibadah ini tetap
menarik dikunjungi saat berwisata religi ke Slo. Tampilan bagunan Masjid Sholikhin juga
tampak menawan karena mengadopsi arsitektur Jawa kuno. - Masjid Al-Whusto Mangkunegaran
Alamat: Jl. Kartini No.3, Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Solo
Jam buka: 24 jam
Tiket masuk: Gratis
Sekilas Masjid Al-Whusto Mangkunegaran
Masjid Al-Whusto Mangkunegaran merupakan salah satu masjid yang tua dan memiliki nilai sejarah. Awalnya hanya diperuntukkan buat anggota keluarga kerajaan tapi seiring berjalannya waktu, Masjid Al-Whusto Mangkunegaran juga dibuka untuk umum.
Masjid yang dibangun oleh Kanjeng Gusti Adipati Mangkunegaran I ini dibangun pada 1725 dan bangunannya unik berbentuk joglo yang terdiri dari tiga tingkat. - Astana Oetara
Alamat: Jl. Nayu, Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta
Jam buka: 09.00 – 15.00 WIB (Selasa – Minggu)
Tiket masuk: Dewasa Rp 20.000 – Rp 25.000, Anak-anak Rp 5.000 – Rp 7.500
Sekilas Astana Oetara
Tempat ini merupakan sebuah kompleks pemakaman Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VI beserta keluarganya, kerabat dan juga para abdi dalemnya. Kawasan ini pada 2021 telah diresmikan pemerintah setempat sebagai cagar budaya.
Penulis: Purba Handayaningrat


