
Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasinademonstran
Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasinademonstran berbuntut kekerasan dan menewaskan puluhan masyarakat sipil. Kasus kekerasan itu menjadi salah satu yang terburuk dalam lebih dari 50 tahun setelah negara tersebut terbentuk.
Melansir laman The Guardian, Senin (5/8/2024), hal tersebut dikonfirmasi Panglima militer Bangladesh Waker-Uz-Zaman. Kini Uz-Zaman mengumumkan akan mengambil alih negara di tengah waktu genting saat ini dan mendirikan pemerintahan sementara.
“Saya mengambil alih tanggungjawab saat ini dan akan menghadap presiden untuk membahas pembentukan pemerintahan sementara untuk memimpin negara saat ini,” ujarnya.
Hasina (76), telah memimpin Bangladesh sejak 2009, meninggalkan negara dengan mengendarai helikopter. Hal tersebut dikonfirmasi sumber terdekat Hasina pada agensi berita AFP. Tindakan itu diambil tak lama setelah para peserta aksi protes membanjiri istana di ibukota.
Tak lama setelah pengumuman itu tersebar, masyarakat ramai-ramai merayakannya di jalanan Dhaka. Sebelum aksi protes kembali merebak hari ini, koneksi internet sempat diputus selama beberapa jam.
Uz-Zaman juga memperingatkan masyarakat untuk berhenti melakukan tindakan kekerasan dan mengembalikan kedamaian negara.
“Negara ini sudah banyak menderita, ekonomi terpukul, banyak orang terbunuh, sekarang waktunya untuk menghentikan seluruh bentuk kekerasan,” tegasnya pada seluruh masyarakat.
Dia berharap, setelah pidatonya itu, situasi di Bangladesh akan segera membaik. Uz-Zaman sendiri telah menghabiskan 40 tahun karirnya di bidang militer, dan pernah berperan sebagai negosiator kedamaian di PBB.
“Jika situasi membaik, maka negara tidak perlu mengumumkan keadaan darurat. Saat ini, tugas mahasiswa adalah untuk tetap tenang dan membantu kami,” tutupnya.


