Peneliti Klaim Bisa Ciptakan Pil Biar Manusia Pilih Olahraga daripada Ngemil

Date:

young fitness woman runner

Baru-baru ini ilmuwan mengklaim menemukan senyawa kimia yang dapat membuat orang lebih memilih berolahraga daripada mengemil. Zat kimia serupa juga dapat bekerja di tubuh manusia untuk mengurangi obesitas.

Ada kemungkinan untuk memproses zat kimia tersebut ke bentuk pil agar lebih mudah dikonsumsi manusia.

Melansir Daily Mail, Selasa (6/8/2024), menghadapi maraknya godaan cemilan enak dan gurih membuat banyak orang lebih memilih rebahan di sofa dibandingkan berolahraga ke gym atau di rumah. Namun, ada kabar gembira untuk orang yang senang bermalas-malasan.

Sebuah tim peneliti dari ETH Zurich menemukan bahwa bahan kimia di otak manusia yang disebut oxerin berperan penting dalam menentukan pilihan untuk berolahraga. Para peneliti mengatakan, bahan kimia ini bisa saja memiliki efek yang sama pada manusia.

Dengan begitu, sangat mungkin membuat pil yang mendorong manusia lebih ingin pergi ke gym.

Di hampir seluruh dunia, mayoritas masyarakat tidak melakukan olahraga yang diperlukan untuk menjaga tubuhnya tetap sehat.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Duni (WHO), sekitar 80 persen remaja dan 27 persen manusia dewasa tidak cukup berolahraga. Hal itu diperburuk dengan makanan olahan tinggi kalori yang meningkatkan level obesitas di dunia.

“Meski begitu, masih ada banyak juga yang memutuskan untuk cukup olahraga. Kami ingin mengetahui lebih jauh apa yang terdapat di otak manusia yang dapat membantu kita mengambil keputusan-keputusan tertentu,” ungkap tim peneliti, Profesor Denis Burdakov.

Dalam sebuah percobaan pemblokiran sistem oxerin pada tikus, hewan tersebut jadi lebih banyak menghabiskan waktu meminum milkshake dibandingkan berlarian di rodanya. Sebagai perbandingan, hewan pengerat lain yang sistem oxerinnya bekerja normal menghabiskan lebih banyak waktu berlarian di roda ketimbang mengonsumsi milkshake atau makanan manis yang disediakan.

“Itu artinya peran utama sistem oxerin adalah bukan untuk mengendalikan seberapa banyak tikus bergerak atau makan, tapi pada pusat pengambilan keputusan saat dua pilihan itu tersedia,” terang Burdakov.

Tim peneliti yakin bahwa ada peluang baik untuk memblokir oxerin agar manusia dapat menentukan pilihan serupa untuk lebih banyak bergerak seperti yang ditunjukkan tikus pada uji cobanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...