6 Fakta Penting Perjalanan Duplikat Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi ke IKN

Date:

Kedatangan duplikat bendera sang Saka Merah Putih dan teks proklamasi disambut lautan manusia begitu keluar dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ribuan warga antusias menyambut peristiwa yang bakal tercatat dalam sejarah Indonesia. Untuk kali pertama, duplikat bendera pusaka dan teks proklamasi berada di Bumi Borneo.

Bendera dan teks proklamasi itu diarak menuju Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN). Sepanjang jalan, mereka melambaikan bendera merah putih dan bersorak menyambut.

Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia IKN akan dicatat dalam sejarah bangsa ini. Memang, IKN bukan menjadi satu-satunya tempat untuk menggelar upacara HUT Kemerdekaan di luar Istana Negara, DKI Jakarta.

Akan tetapi, upacara HUT ke-79 RI pada 17 Agustus 2024 ini ‘kemungkinan besar’ akan mengubah tradisi yang sudah puluhan tahun berlangsung di Istana Negara, Jakarta.

Berikut ini adalah fakta-fakta penting perjalanan sang Saka Merah Putih dan teks proklamasi ke IKN, merangkum laman Kominfo dan sumber lainnya:

  1. Pesawat Pengangkut

Pesawat Boeing 737-400 TNI AU yang membawa bendera dan teks proklamasi. Pesawat mendarat sekitar pukul 12.55 WITA, sebelum dibawa ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Penerbangan bendera duplikat Sang Merah Putih dan teks proklamasi dipimpin oleh Mayor Pnb. Kresna Hendra. Bertindak selalu kapten pilot adalah Kapten Pnb. Khairizal Netani, dengan dibantu dua kopilot masing-masing Lettu Pnb. Mufid Denico dan Letda Pnb. Burhanuddin Ihsan, serta kru lainnya.

  1. Petugas Pembawa Bendera Merah Putih

Purna Paskibraka Duta Pancasila yang bertugas membawa bendera Merah Putih yakni Naila Aulita Alqubra Sinapoy dari Provinsi Banten. Adapun bertugas sebagai pembawa teks proklamasi adalah Lilly Wenda dari Provinsi Papua Pegunungan.

Keduanya menuruni tangga pesawat dengan disambut jajar kehormatan Paspampres, Purna Paskibraka dari Provinsi Kalimantan Timur, dan jajaran Duta Budaya Provinsi Kalimantan Timur. Kedua Purna Paskibraka Duta Pancasila tersebut kemudian menaiki kendaraan taktis “Maung”.

  1. Diarak ke IKN

Bendera Merah Putih dan teks proklamasi kemudian diarak menuju ke Istana Negara di IKN. Lautan masyarakat dan pelajar menyambut antusias kirab, begitu rangkaian kendaraan keluar area bandara.

  1. Rute

Rute iring-iringan kirab melewati Jalan Mulawarman, Gerbang Tol Manggar, lalu Jalan Tol Seksi III A, melintasi Jembatan Pulau Balang, lalu ke Jalan Negara, kemudian memasuki Jalan IKN, hingga tiba di Istana Negara IKN. Perjalanan menempuh waktu sekitar 2 jam.

  1. Tiba di IKN

Kirab yang membawa duplikat bendera Sang Merah Putih dan teks proklamasi tiba di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur. Tepat di depan Istana Negara IKN, Purna Paskibraka Duta Pancasila yang bertugas membawa bendera Merah Putih yakni Naila Aulita Alqubra Sinapoy dan pembawa teks proklamasi, Lilly Wenda, turun dari mobil “Maung”. Keduanya kemudian berjalan melewati jajar kehormatan Paspampres dan Purna Paskibraka Nasional tahun 2023.

Duplikat bendera Sang Merah Putih dan teks proklamasi kemudian dibawa melewati selasar barat koridor utama menuju Ruang Bendera di Istana Negara IKN. Di ruang tersebut, duplikat bendera Merah Putih dan teks proklamasi diserahkan kepada Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Selanjutnya, duplikat bendera Merah Putih dan teks proklamasi akan disimpan di ruang tersebut. Nantinya, bendera tersebut akan diserahkan oleh Presiden Joko Widodo kepada Paskibraka untuk dikibarkan di Istana Negara IKN pada 17 Agustus 2024 mendatang pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia.

  1. Jadi Sejarah

Kirab ini menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya duplikat bendera Sang Merah Putih dan teks proklamasi dibawa menuju ke IKN. Selain itu, kirab ini juga menempuh perjalanan sekitar 1.320 kilometer dari Monas menuju Istana Negara IKN.

Prosesi kirab ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan bangsa, tetapi juga menggambarkan tekad untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Penulis: Mikail Dzan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...