Gemuruh tepuk tangan tamu sidang tahunan dan legislator senayan yang hadir membuat riuh gedung parlemen. Ketua DPR Puan Maharani mendapatkan standing ovation saat meneriakkan ‘perempuan hebat’ di Sidang Tahunan MPR-DPR-DPR RI.
Puan, dalam pidatonya, menyinggung peran perempuan dalam pembangunan yang inklusif. Menurut dia, pembangunan inklusif adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dan menikmati hasil pembangunan.
“Pembangunan yang inklusif, juga memberikan ruang bagi perempuan dalam pembangunan. Keikutsertaan perempuan bukanlah sebagai bentuk afirmatif, akan tetapi sebagai bentuk kesadaran kita bersama bahwa peran laki-laki dan perempuan setara kedudukannya dalam membangun bangsa dan negara,” kata Puan.
Menurut dia, banyak istilah saat ini yang cenderung maskulin tanpa memihak pada kaum perempuan. Misalnya saja istilah The happiness of man is: I will, The happiness of woman is: he wills.
“Sehingga seolah-olah hanya ada ‘His-story’ tidak ada ‘Her-story’.Cara pikir dan cara sikap yang seperti inilah yang harus diubah.
Kesetaraan laki-laki dan perempuan bukan sekedar dilihat dari penampilan laki-laki dan perempuan semata. Namun mengakui dan menghormati kodrat masing-masing.
“Tidak mungkin atas nama kesetaraan, perempuan menggunakan pakaian laki-laki; dan laki-laki menggunakan pakaian perempuan. Apa jadinya kalau laki-laki yang hadir di sini menggunakan pakaian perempuan? Demi kesetaraan,” ujar Puan.
“Perempuan dan laki-laki mempunyai hak yang sama untuk maju, sejahtera, berkarya, berprestasi, dan hak yang sama dalam pekerjaan serta jabatan-jabatan publik.
Ayo perempuan Indonesia, tunjukanlah bahwa kita adalah perempuan-perempuan hebat!” pekik Puan.
Serentak perempuan-perempuan yang hadir berdiri dan memberikan tepuk tangan meriah. Tidak itu saja, sebagian kaum laki-laki yang hadir juga ikut memberikan standing ovation merespons pidato Puan Maharani.


