Presiden Joko Widodo atau Jokowi merombak kabinet Indonesia Maju pada Senin (19/8/2024). Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menyebut posisi beberapa menteri dan pejabat yang terkena reshuffle.
Ada Menteri Hukum dan HAM, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Investasi, Wakil Menteri Kominfo, Kepala Badan Gizi Nasional, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, serta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan.
“Pengangkatan menteri, wakil menteri dan kepala badan diperlukan untuk mempersiapkan dan mendukung transisi pemerintahan agar berjalan dengan baik, lancar dan efektif,” kata Ari kepada wartawan, Senin (19/8/2024).
Salah satu menteri yang kena reshuffle Jokowi adalah Arifin Tasrif. Dia diganti Bahlil Lahadalia yang sebelumnya Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Sementara, jabatan Bahlil diisi oleh Rosan Perkasa Roeslani yang pernah menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.
Berikut profil Arifin Tasrif yang dicopot dari jabatannya sebagai Menteri ESDM oleh Jokowi hari ini:
Pendidikan dan Jabatan
Arifin Tasrif adalah seorang profesional dan teknokrat yang lahir di Jakarta pada 19 Juni 1953. Jabatan terakhir Arifin di pemerintahan adalah Menteri ESDM sejak tahun 2019.
Dia menyelesaikan pendidikan di SMA Yayasan Pendidikan Harapan, Medan pada 1971. Kemudian putra Minangkabau ini menempuh pendidikan di Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia lulus sebagai sarjana teknik pada 1977.
Sebelum diangkat sebagai Menteri ESDM, Arifin Tasrif pernah menduduki jabatan mentereng di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dimulai tahun 1995-2001, ia menjadi Direktur Bisnis PT Rekayasa Industri. Kemudian pada 2001-2010 sebagai Direktur Utama PT Petrokimia Gresik.
Nama Arifin Tasrif semakin moncer setelah memegang jabatan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Holding Company (2010-2015). Dia menjadi direktur utama pertama dari perusahaan pupuk BUMN yang berhasil menyatukan lima perusahaan menjadi holding BUMN pupuk Indonesia.
Pada 13 Maret 2017, Jokowi mengangkat Arifin Tasrif sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang. Namun, jabatannya sebagai perwakilan tertinggi presiden di Jepang tidak berlangsung lama. Dia dilantik oleh Jokowi sebagai Menteri ESDM pada 23 Oktober 2019.
Penghargaan dan Tanda Jasa
Arifin Tasrif pernah meraih sejumlah penghargaan dan tanda jasa, baik yang diberikan pemerintah Indonesia maupun organisasi luar negeri.
Pada 2011, ia mendapat penghargaan Honorary Fellowship Award dari ASEAN Federation of Engineering Organization (AFEO). Dia dinilai telah berkontribusi dalam dunia keprofesian sebagai insinyur di Indonesia maupun regional Asia Tenggara.
Arifin Tasrif menerima Anugerah Bintang Jasa The Order of the Rising Sun, Gold and Silver Star yang diberikan Pemerintah Jepang pada 13 Mei 2023. Terbaru, ia diganjar tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana dari Jokowi pada 14 Agustus 2024.
Penulis: Chairil Mustami


