‘Raja Jawa’ Ngeri-Ngeri Sedap dan Mundurnya Golkar yang Demokratis

Date:

Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia menyinggung ada ‘Raja Jawa’ yang disegani dan memiliki kuasa. Dia sampaikan pernyataan tersebut saat menyampaikan visi-misi dalam Munas Golkar XI di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2024).

Dalam pidatonya tersebut, Bahlil menyampaikan bahwa Golkar akan menjadi garda terdepan mengawal, mengeksekusi, serta benteng pertahanan program-program Prabowo-Gibran bersama partai koalisi lainnya.

““Kita sudah bersepakat Golkar mendukung pemerintah. Jangan pagi mendukung, sore setengah mendukung, malam bikin lain. Ini saya jujur saja,” kata Bahlil.

Dia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi dalam memimpin Golkar. Menurutnya, partai berlambang beringin harus lebih paten dari sebelumnya.

“Karena itu, pemerintahan Pak Prabowo-Gibran sebagai kelanjutan daripada pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin,” kata Bahlil

Bahlil langsung menyinggung soal ‘Raja Jawa’ usai menyatakan hal di atas. “Jadi kita harus lebih paten lagi. Soalnya raja Jawa ini kalau kita main-main, celaka kita. Saya mau kasih tahu aja, jangan coba main-main dengan barang ini. Ini, waduh… ngeri-ngeri sedap barang ini. Saya kasih tau,” ujar Bahlil.

“Waduh ini, dan sudah lihat barang ini kan, ndak perlu saya ungkapkan lah, ndak perlu,” dia menambahkan.

Pidato selanutnya, Bahlil menyampaikan bahwa Golkar harus mampu merebut kemenangan Pilkada minimal 60 persen dan menjadi yang pertama dalam Pemilu 2029 nanti.

“Kita ini harus kompak, kalau nggak kompak itu bibit dari luar gampang masuk. Saya punya pengalaman, selama lima tahun saya masuk organisasi yang tidak kompak, jadi saya tahu betul cara-cara bagaimana membuat partai-partai itu baik atau membuat kita baik,” Bahlil menandaskan.

Sunyi di Munas Golkar
Tidak seperti Munas-Munas Golkar yang sebelum-sebelumnya. Munas XI Golkar kali ini dilakukan serba cepat dan tidak ada keriuhan dan kejutan-kejutan dalam setiap rapat yang digelar. (Baca juga: Munas XI Golkar: Suksesi Kepemimpinan yang Tak Biasa)

Bagaimana tidak cepat, lihat saja rangkaian-rangkaian yang terjadi sebelum Munas digelar, yaitu saat pemilihan Plt Ketua Umum Golkar Agus Gumiwang dalam rapat pleno, Selasa (13/8/2024), yang berlangsung sekitar 30 menit. Tidak ada hujan interupsi atau penolakan dari peserta Rapat Pleno. Semua peserta yang terdiri dari DPD I dan II setuju dengan calon Plt Ketua Umum menggantikan Airlangga Hartarto yang mundur mendadak.

Begitu pula rapat komisi yang membahas pijakan organisasi, yaitu AD/ART, dengan draft yang telah disusun panitia pengarah hanya memakan waktu kurang dari satu jam saja. Padahal dalam rapat komisi tersebut membahas mengenai kewenangan Munas yang dipangkas, seperti penetapan Dewan Pembina, Dewan Pakar, Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, dan Mahkamah Partai.

Nantinya kewenangan tersebut diberikan kepada ketua umum terpilih yang juga formatur. Dengan demikian, penetapan para dewan dan mahkamah martai yang semula menjadi hak pemilik suara diberikan kepada ketua umum. Celakanya lagi, ada celah ketua dewan pembina nantinya akan diduduki oleh non-kader sebagai syarat duduk di kursi dewan pembina.

Pertarungan sengit dalam setiap suksesi kepemimpinan Golkar selalu mewarnai munas. Namun tidak untuk Munas Golkar kali ini yang hanya diikuti oleh calon tunggal Bahlil Lahadalia dan berakhir aklamasi.

Tidak ada hujan interupsi, tidak ada perdebatan sengit di antara kubu yang berupaya merebut kursi Golkar 1.

Golkar yang terus tumbuh pasca-tumbangnya Orde Baru dan menuju partai yang demokratis, seolah berjalan mundur. Apakah spekulasi selama ini benar adanya bahwa ada sosok powerful yang ingin mengambil alih Golkar dan duduk nyaman di bawah beringin?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...