Dalam pidato perpisahannya pada konvensi Partai Demokrat, Joe Biden tampak emosional. Ia menangis dan menghapus air matanya. Pada pidatonya itu, Ia juga menyebut Donald Trump ‘pecundang’ dan mendorong masyarakat Amerika Serikat untuk memilih Kamala Harris pada pemilihan presiden berikutnya.
Melansir laman Sky News, Selasa (20/8/2024), Biden menangis dan menghapus air matanya sesaat sebelum naik ke atas panggung.
Pidato tersebut disampaikan kurang dari satu bulan setelah ia mundur dari pemilihan presiden AS. Keputusan itu diambil setelah spekulasi yang bergulir selama berbulan-bulan mengenai usia dan kebugarannya yang dinilai lemah untuk memimpin empat tahun ke depan.
“Saya mencintai pekerjaan saya, tapi saya lebih mencintai negara saya,” tutur Biden saat menyinggung langkah partai yang memintanya mundur dari pemilu presiden.
Dia juga menyangkal semua perbincangan yang membahas tentang dirinya marah pada orang-orang yang memintanya mundur. Menurutnya, begitulah cara ia mencintai negaranya dan melanjutkan demokrasi yang berjalan.
Biden juga telah lama menunjukkan sikapnya yang menganggap Trump sebagai ancaman bagi demokrasi negara. Dan ia yakin Trump akan menolak menerima putusan pemilu jika dirinya kalah.
“Donald Trump berkata ia akan menolak hasil pemilu jika kalah lagi. Kami butuh kalian semua untuk mengalahkannya dan memilih Kamala dan Tim sebagai presiden dan wakil presiden AS yang baru,” ajaknya.
Ia juga memaparkan prestasinya selama memimpin dan menunjukkan AS tetap menjadi negara dengan perekonomian terkuat di tengah hantaman pandemi Covid-19.
“Amerika, saya sudah memberikan yang terbaik,” tutur pria berusia 81 tahun tersebut.
Hingga akhir pidatonya, Biden terus mengajak masyarakat untuk memilih Harris. Baginya Harris adalah sosok wanita tangguh, berintegritas dan sangat berpengalaman untuk memimpin AS.


