Wanda Hamidah, aktivis dan politisi yang dikenal luas, menanggapi ajakan Adian untuk bergabung dengan PDI-P setelah ia keluar dari Golkar.
Adian, melalui media sosialnya, mengunggah foto yang menampilkan Wanda bersama Anies Baswedan dan Airin Rachmi Diany dengan latar belakang logo PDI Perjuangan dan tulisan “SIAP MASUK KANDANG BANTENG?”.
Dikutip dari berbagai sumber, Wanda, yang dikenal sebagai eksponen 1998, dengan tegas menolak ajakan tersebut.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Wanda menjelaskan bahwa ia belum siap untuk bergabung dengan partai politik, termasuk PDI-P.
Ia memilih untuk tetap berada bersama mahasiswa dan masyarakat sipil dalam usaha memperbaiki demokrasi.
“Saya Memilih Bersama Mahasiswa. Saya masih belum mau masuk parpol dulu. Perlu diingat, semua parpol termasuk PDI-P punya andil dalam kerusakan demokrasi saat ini. Untuk saat ini, saya lebih memilih untuk bersama mahasiswa & masyarakat sipil mengawal perbaikan demokrasi,” ujar Wanda melalui Instagramnya, @wanda_hamidah, dikutip Senin (26/7/2024).
Pernyataan ini menegaskan komitmen Wanda untuk tidak terlibat dalam politik praktis dan fokus pada peranannya sebagai aktivis.
Wanda mengingatkan bahwa kemarahan rakyat terkait demokrasi tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu.
“Saya ingatkan, pada siapa pun yang hendak mengambil keuntungan dari gerakan memperbaiki demokrasi saat ini, bahwa kemarahan rakyat hari ini sudah begitu memuncak. Jadi, saya berharap mereka kembali ke rel perjuangan dulu. Terutama kalian yang mengaku aktivis 98,” tegas Wanda, yang juga merupakan sarjana hukum dari Universitas Trisakti Jakarta.
Keluar dari Golkar, Sikap Tegas Wanda
Wanda Hamidah mengumumkan keputusannya keluar dari Partai Golkar pada 21 Agustus 2024 melalui Instagram.
“I’m out from Golkar. I don’t wanna be in a wrong side of history. I love my country too much. I love my country too much. I love my country too much,” tulis Wanda, disertai gambar Pancasila berlatar biru.
Langkah ini menegaskan sikap Wanda untuk menjauh dari politik praktis dan tetap berkomitmen pada perjuangan aktivis yang ia yakini.
Beda Wanda Hamidah dan Airin
Airin Rachmi Diany, dari Golkar ke PDI-P Airin Rachmi Diany, yang selama ini dikenal sebagai kader Golkar, membuat keputusan signifikan dengan bergabung ke PDI-P untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2024.
Selama dua hingga tiga tahun terakhir, Airin aktif memperkuat posisi Golkar di Banten, termasuk menjabat sebagai Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG).
Keputusan untuk meninggalkan Golkar dan bergabung dengan PDI-P diambil setelah Golkar mengusung calon lain untuk Pilgub Banten.
Meskipun meninggalkan partai lama, Airin tetap berkomitmen pada perjuangan politik di Banten dengan dukungan dari PDI-P.
Wanda Hamidah, Menolak Bergabung dengan PDI-P dan Fokus pada Aktivisme. Sebaliknya, Wanda Hamidah memilih untuk tidak bergabung dengan PDI-P meskipun ia telah keluar dari Golkar.
Komitmen Politik, Airin memilih untuk bergabung dengan PDI-P dan maju dalam Pilgub Banten, sementara Wanda memilih untuk tidak bergabung dengan partai politik dan tetap berfokus pada aktivisme.
Airin mengalihkan perjuanganya dari Golkar ke PDI-P, sedangkan Wanda menolak ajakan bergabung dengan PDI-P dan tetap di luar struktur partai.
Airin berusaha meneruskan karir politiknya melalui PDI-P, sedangkan Wanda tetap berkomitmen pada aktivisme dan pengawasan demokrasi dari luar partai politik.
Penulis: Purba Handayaningrat


