Pembayaran digital kini telah menyebar di berbagai negara di dunia yang digadang-gadang menuju cashless society. Hantaman Covid-19 yang merajalela membuat masyarakat semakin banyak beralih pada pembayaran digital ketimbang menggunakan uang tunai.
Melansir Expert Market, Senin (26/8/2024), tak seperti di Indonesia, seluruh warga Norwegia dan Swedia tercatat telah memiliki rekening bank. Hal itu memudahkan masyarakatnya untuk pindah ke sistem pembayaran digital.
Lebih detil, berikuti enam negara dunia yang paling cashless:
1. Norwegia
Norwegia tercatat dengan populasi unbanked sebesar 0%. Artinya setiap penduduk di Norwegia memiliki rekening bank. Hanya sekitar 2% pembayaran di negara ini dilakukan dengan uang tunai.
Dengan 32 mesin ATM per 100 ribu orang, Nowegia menjadi salah satu negara yang digadang-gadang menjadi ‘cashless society’.
2. Finlandia
Finlandia memiliki angka yang serupa dengan Norwegia di mana seluruh penduduk terdaftar sebagai nasabah bank. Bank of Finland memprediksi tidak akan ada lagi transaksi menggunakan uang tunai pada akhir 2029
3. Swedia
Swedia adalah negara pertama yang menerbitkan uang kertas. Tapi kini justru menjadi negara yang terkenal akan pembayaran digitalnya.Penggunaan pembayaran digital di Swedia terbilang sangat tinggi, mencakup sekitar 20% transaksi nasional. Saat ini, hanya 1% pembayaran di Swedia yang dilakukan dengan uang tunai.
Swedia seharusnya sudah menjadi negara yang 100% menggunakan sistem non-tunai (cashless). Namun hal itu belum bisa diresmikan karena sebagian besar masyarakat lanjut usia masih menggunakan uang tunai.
Mengikuti jejak Finlandia dan Norwegia, tercatat 0% penduduk yang tidak memiliki rekening bank.
4. China
Dibandingkan negara-negara sebelumnya, masih banyak sekali penduduk China yang bergantung pada transaksi tunai. Namun pada 2020, pemerintah China menggelar eksperimen untuk melihat seberapa jauh mata uang digital berfungsi. Eksperimen tersebut terbilang sangat sukses dan China diprediksi akan segera beralih menjadi negara dengan pembayaran digital.
Hal itu juga dapat memudahkan para wisatawan asing untuk melakukan pembayaran.
5. Selandia Baru
Selandia Baru memiliki 54 mesin ATM per 100 ribu orang dengan hanya 1% penduduk yang tidak memiliki rekening bank. Namun, topan yang melanda Selandia Baru pada Februari tahun ini membuat pemerintah menyadari risiko pembayaran non-tunai karena hilangnya mesin ATM dan sejumlah layanan pembayaran.
Akhirnya banyak penduduk Selandia Baru yang tidak mampu membeli kebutuhan pokok. Hal itu mendorong bank sentral untuk mempertimbangkan kembali pentingnya uang tunai dalam masyarakat.
6. Inggris
Di Inggris, 17% konsumen tercatat masih lebih memilih pembayaran tunai. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain dalam daftar ini. Meski begitu, mayoritas pengusaha di Inggris menggunakan pembayaran non-tunai.
Penulis: Amelia


