Sebuah penelitian mengungkap hasil studi yang kurang menyenangkan, di mana orang dengan wajah kurang menarik, usianya lebih pendek dibandingkan mereka yang tampan. Terdengar tidak adil memang.
Melansir dari laman Daily Mail, Senin (26/8/2024), fakta yang diungkap sebuah studi di Amerika Serikat (AS) menunjukkan, pria yang terklasifikasi ‘tidak tampan’ hidup satu tahun kurang dari rata-rata mereka yang dianggap good looking. Sementara para wanita yang terbilang ‘tidak cantik’ meninggal rata-rata dua tahun lebih awal dibandingkan mereka yang dianugerahi paras cantik.
Para peneliti dari Arizona State University dan University of Texas di Austin menganalisa data dari studi jangka panjang yang melacak lebih dari 8.300 siswa menengah atas Wisconsin dari 1957 hingga usia tua atau meninggal pada 2022.
Sesuai dengan data kesehatan usia hidup, para peneliti juga mengoleksi foto dari album sekolah dan mempekerjakan arbiter independen untuk menilai tingkat daya tarik seluruh peserta studi. Paras para partisipan dibagi menjadi enam kategori dari yang paling menarik hingga yang paling kurang menarik.
Lewat Indeks Kematian Nasional, para peneliti juga membandingkan kematian yang muncul di kelompok-kelompok tersebut hingga 2022. Para peneliti menemukan hampir setengah dari sampel meninggal di akhir periode studi.
Mereka yang berada di level daya tarik terendah dari enam kategori memiliki kemungkinan 16,8 persen lebih besar untuk meninggal dibandingkan mereka yang berada di kategori empat teratas. Sementara selisih angka kematian antara empat kategori lain dengan mereka yang berada di level daya tarik tertinggi tercatat tidak signifikan.
“Hanya sedikit ilmu pengetahuan yang membahas hubungan antara daya tarik wajah dan panjang usia seseorang”, tulis ilmuwan sosial Connor Sheehan dari Arizona State University dan ekonom Daniel Hamermesh dari University of Texas di Austin pada jurnal mereka rilis.
Namun daya tarik dapat mencerminkan pola hidup dan kesehatan seseorang serta secara sistematis menyusun proses stratifikasi sosial.
“Secara umum, kami menemukan bahwa mereka yang daya tarik wajahnya berada di level terendah memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki daya tarik lebih tinggi,” tulis para peneliti.
Meski daya tarik seseorang belum terbukti secara ilmiah berdampak secara langsung pada panjang usianya, Sheehan menjelaskan besar kemungkinan mereka yang berparas menarik hidup lebih sehat. Lebih lanjut dia mengatakan, orang-orang yang menarik seringkali diperlakukan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu senada dengan beberapa penelitian lain yang menunjukkan bahwa orang-orang berparas menarik dapat mendapatkan penghasilan lebih tinggi.
Hamermesh juga menerangkan, wajah seseorang menjadi kurang menarik juga bisa jadi akibat adanya gangguan kesehatan. Menurutnya dalam 100 tahun ke depan, akan semakin jelas hubungan antara daya tarik seseorang dengan kemungkinan panjang usianya.
Penulis: Amelia


