Seorang anak berusia lima tahun secara tidak sengaja memecahkan sebuah guci kuno berusia 3.500 tahun. Saat kejadian, guci yang ditaksir berasal dari Zaman Perunggu itu tengah dipajang di Hecht Museum di University of Haifa, Israel.
Melansir laman Sky News, Rabu (28/8/2024), bukannya menuntut, pihak museum justru mengundang kembali sang anak dan ibunya. Bahkan keduanya akan mendapatkan pemandu agar lebih nyaman mengelilingi museum.
Awalnya sang anak dan ibunya ketakutan lalu segera meninggalkan museum setelah guci tersebut jatuh berantakan.
“Tak perlu takut, kami tidak akan menuntut apapun dari mereka,” ujar direktur museum Inbal Rivlin. Ia menambahkan, para ahli yang nanti akan memperbaiki guci kuno tersebut.
Artefak tersebut ditemukan selama proses ekskavasi di Samaria, di pusat Israel dan telah dipajang di museum selama 35 tahun terakhir. Benda langka itu ditaksir sudah ada antara 1130 dan 1500 SM.
Pihak museum menggambarkan guci tersebut sebagai benda langka dan merupakan penemuan yang mengesankan. Pasalnya, sebagian besar benda kuno lain dari masa itu ditemukan pecah atau tak lengkap.
“Guci ini sudah ada sebelum zaman Daud dan Raja Sulaiman. Merupakan ciri khas wilayah Kanaan dan biasa dipakai menyimpan dan mengangkut konsumsi lokal, terutama anggur dan minyak zaitun,” ungkap Rivlin.
Ia menjelaskan bahwa guci tersebut tidak dipajang tertutup sesuai dengan visi dari pendiri museum. Reuven Hecht ingin agar benda-benda arkeologis mudah diakses para pengunjung.
Meski gucinya segera diperbaiki dan dapat dipanjang kembali, Rivlin mengimbau para orangtua agar memperhatikan anaknya saat mengunjungi museum.
“Dilarang menyentuh benda apapun kecuali memang ada pernyataan terbuka dari museum kalau benda tersebut memang boleh disentuh,” tutupnya.


