CEO Meta Mark Zuckerberg menyesal telah tunduk pada tekanan pemerintah untuk menyensor konten di platform miliknya. Dalam surat yang ia tulis, Zuckerberg mengatakan campur tangan pemerintah pada bisnisnya adalah hal yang keliru dan dia pasti menolaknya jika hal tersebut kembali terulang.
Melansir laman politico.com, Selasa (27/8/2024), Zuckerberg mengirim surat pada Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Amerika Serikat (AS) sebagai tanggapan atas investigasinya terhadap moderasi konten di platform online. Zuckerberg merinci bagaimana pejabat senior pemerintahan bersandar pada perusahaan untuk menyensor postingan tertentu tentang Covid-19, termasuk humor dan sindiran.
Ia mengungkapkan rasa frustrasinya ketika platform media sosial tersebut menolak.
“Saya yakin tekanan pemerintah adalah hal yang salah. Saya menyesal tidak bicara lebih keras mengenai masalah ini. Saya seharusnya tidak berkompromi soal standar konten kami dan berada di bawah tekanan siapapun. Kami siap melawan jika hal serupa terjadi lagi,” papar Zuckerberg dalam surat tersebut.
Zuckerberg juga menyatakan dirinya tidak akan mengulangi kontribusi yang ia berikan pada siklus pemilihan presiden sebelumnya saat ia mendanai infrastruktur pemilu. Meskipun pihaknya bermaksud menjadi non-partisan, tapi upaya tersebut kerap ditafsirkan dapat menguntungkan pihak lain.
“Tujuan saya adalah bersikap netral dan tidak memainkan peran apa pun, atau bahkan terlihat sedang memainkan peran tertentu. Jadi saya tidak berencana memberikan kontribusi serupa pada siklus ini,” tegasnya.
Zuckerberg juga menyatakan penyesalannya karena menyembunyikan konten terkait liputan New York Post tentang Hunter Biden menjelang pemilu 2020. Menurut FBI persoalan itu mungkin berakar pada operasi disinformasi Rusia.
“Sudah jelas bahwa pemberitaan tersebut bukanlah disinformasi Rusia, dan jika dipikir-pikir, kita tidak seharusnya meremehkan berita tersebut,” tulisnya.
Anggota komite dari Partai Republik, yang dipimpin Jim Jordan, merayakan surat tersebut dalam serangkaian postingan panjang di X. Ia menyebutnya sebagai kemenangan besar untuk kebebasan berpendapat.
Sementara itu, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang membela pendekatan pemerintah terhadap informasi Covid-19. Pemerintah menyatakan pihaknya mendorong
tindakan bertanggung jawab demi melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat saat dihadapkan dengan pandemi mematikan.
“Posisi kami jelas dan konsisten: kami percaya perusahaan teknologi dan aktor swasta lainnya harus mempertimbangkan dampak tindakan mereka terhadap masyarakat AS. Dan membuat pilihan independen mengenai informasi yang mereka sajikan,” seperti tertulis dalam pernyataan tersebut.


