Melajang: Gaya Hidup Ideal di Era Digital

Date:

Bagi banyak orang, menikah adalah life goal ( tujuan utama) dalam hidup. Momen itu dianggap sakral, maka harus dipersiapkan maksimal, bahkan ada yang perlu waktu bertahun-tahun. Selain persiapan finansial, baju yang akan dipakai, tempat juga konsep resepsi terunik yang diharapkan mampu menyihir tamu undangan. Glorifikasi pernikahan yang sering dianggap sekali seumur hidup itu terus berkembang hingga sekarang.

Mereka berharap, dengan dengan menikah hidup akan lebih membahagiakan.

Namun kita juga sering membaca nasihat yang menyatakan, salah memilih pasangan akan sengsara selama hidup. Hari-hari ini tampaknya nasihat populer itu makin relate. Banyak peristiwa tragis, mengenaskan dan pilu terjadi akibat ulah pasangannya sendiri. Baik pelakunya yang laki-laki atau perempuan.

Contohnya seorang istri yang berprofesi sebagai polisi di Mojokerto, Jawa Timur tega membunuh suaminya sendiri yang juga polisi. Suami diborgol, disiram bensin lalu dibakar. Penyebanya diduga karena suami melakukan judi online.

Pembunuhan yang tak kalah sadis juga terjadi di Jakarta Timur bulan lalu. Seorang suami tega membunuh istrinya sendiri di rumah kontrakan. Padahal si istri sedang hamil dua bulan. Diduga penyebabnya adalah masalah rumah tangga.

Pembunuhan karena Asmara

Ada data menarik dari Harian Kompas yang menemukan fakta sungguh mengejutkan. Yakni empat dari sepuluh pembunuhan terhadap perempuan dilakukan oleh pasangannya sendiri: suami, pacar, atau pasangan selingkuh. Penyebabnya, mayoritas karena masalah asmara.

Kok bisa orang melakukan kekejaman kepada orang yang dicintainya? Apakah hal-hal mengerikan seperti ini pernah dipertimbangkan sebelum mereka memutuskan menikah?

Semakin hari, tren pernikahan makin menurun. Data BPS menyebutkan tahun 2023 jumlah pernikahan yang terjadi di Indonesia sebanyak 1.577.255. Dibandingkan tahun sebelumnya, 2022, angka ini menurun sebanyak 128.000. Sedangkan dalam sepuluh tahun terakhir, angka pernikahan menurun sebanyak 28,63 persen.

Salah satu penyebanya, menurut Guru Besar FISIP UNAIR) Prof Dr Bagong Suyanto Drs MSi, adalah semakin terbukanya peluang perempuan untuk mengembangkan potensi diri. Karena mandiri, tidak tergantung laki-laki, banyak perempuan yang lebih suka mengejar karir dibanding menikah.

Alasan lainnya karena perubahan nilai sosial dan budaya yang terjadi di masyarakat. Generasi yang lebih muda, sudah tidak lagi menjadikan pernikahan sebagai tujuan puncak hidupnya . Mereka lebih fokus pada prestasi dan pencapaian pribadi sehingga mereka memutuskan untuk menunda atau tidak menikah sama sekali.

Biaya hidup yang tinggi, terutama di kota-kota besar juga menjadi salah satu penyebab penurunan tren pernikahan. Mereka merasa belum siap secara finansial untuk membangun keluarga, mulai dari biaya pernikahan, rumah, mobil, asuransi dan kebutuhan anak-anak yang semakin tahun semakin besar. Belum lagi kalau mereka termasuk generasi sand wich yang harus membiayai orangtuanya.

Masih Dianggap Aneh

Namun sayang, masyarakat kebanyakan masih menganggap gaya hidup melajang itu aneh. Kebanyakan mereka masih belum bisa menerima.

Seperti yang terjadi di salah satu rumah sakit di Bintaro, Jakarta Selatan beberapa bulan lalu. Waktu itu saya akan melakukan operasi ringan di wajah. Karena memakai fasilitas BPJS, harus menginap di rumah sakit. Selama menginap, semua perawat menanyakan, keluarganya mana , keluarganya mana. Saya sampai bosan menjawabnya. Karena saya datang sendiri saja.

Di kampung lebih parah tentunya. Orang yang memutuskan dengan sadar untuk memilih melajang jalan hidup dianggap sesuatu yang abnormal. Terutama generasi boomer. Seperti tetangga jauhku, setiap kali bertemu, selalu ( ya selalu) bertanya kapan nikah.

Padahal saya sudah menjelaskan dengan terang benderang bahwa saya tidak menikah.
Mereka sebenarnya peduli dan mengkhawatirkan masa tuaku nanti siapa yang akan merawat. Padahal dia sendiri sekarang tinggal di rumah hanya berdua, bersama istri. Semua anak-anaknya pergi entah kemana.

Peluang untuk menunda pernikahan atau malah tidak menikah sama sekali ini mendapat dukungan dari kemajuan teknologi. Di era yang serba digital ini ketergantungan seseorang pada seseorang makin menurun. Semua hal bisa dilakukan sendiri dengan bantuan teknologi. Bahkan termasuk aktivitas yang sifatnya sangat personal. Aplikasi atau robot AI sudah bisa memenuhi.

Contohnya kita bisa curhat dengan sosok Cici yang digambarkan sebagai perempuan, aplikasi yang bisa kita ajak ngobrol topik apa saja, kapan saja, di mana saja. Tidak perlu janjian ketemuan atau khawatir dia akan ngambek, marah berhari-hari.

Gaya Hidup Lajang Makin Populer

Saat ini banyak tren gaya hidup lajang yang sedang populer . Misalnya solo traveling. Aktivitas ini dinilai lebih nyaman karena bisa fleksibel tak terikat oleh kekakuan itinerary yang telah ditetapkan. Belum lagi soal waktu yang seringnya ngaret.

Karena sendiri, solo traveller tak terdistraksi orang lain sehingga lebih fokus dengan pikiran dan perasaanya sendiri. Dengan melakukan solo travelling seseorang bisa punya banyak waktu untuk releksi dan introspeksi diri. Karena ide-ide, ilham biasanya akan datang ketika seseorang sedang sendirian.

Yang tidak kalah tren ada digital nomad atau pengembara digital. Para pengembara digital ini melakukan pekerjaanya tidak terikat waktu dan tempat. Mereka bisa bekerja di mana saja dan kapan saja asal ada jaringan internet. Tak perlu pagi-pagi berangkat ke kantor dan petang baru pulang.

Dan alasan utama orang-orang di era digital lebih memilih hidup melajang, yakni online dating atau kencan online. Puluhan bahkan ratusan aplikasi di ponsel tersedia layanan kencan online gratis. Tinggal pilih kategori mana yang dicari, semua ada. Dari yang biasa, tidak biasa sampai yang ekstrem.

Di aplikasi online, kita bisa bebas menentukan kriteria pasangan yang akan diajak berkenalan. Misalnya mencari kriteria yang hobinya main kripto, suka traveling, humoris atau yang mempunyai tujuan hidup atau nilai-nilai tertentu.

Dengan algoritme canggih, aplikasi akan menyarankan siapa-siapa yang kriterianya cocok dengan sosok yang telah kita tetapkan.

Kenyamanan Kencan Online

Peminat kencan online cukup banyak. Dari survei yang dilakukan Populix: Indonesian Usage Behavior and Online Security on Dating Apps Februari 2024 menyatakan, 63 persen respondennya adalah pengguna aplikasi kencan online.

Survei ini melibatkan 1.165 orang. Sebanyak 732 orang menyatakan mereka adalah pengguna aplikasi kencan online. Terbanyak adalah generasi milenial.

Banyak kenyamanan yang diperoleh saat melakukan kencan via online dibanding bertemu langsung. Terutama bagi orang-orang yang tidak punya cukup kepercayaan diri. Dengan kencan online, seseorang bisa berinteraksi dengan banyak orang sekaligus tanpa harus menampakkan muka, sehingga dia tidak akan canggung atau gugup menghadapi lawan bicara.

Ketika kita semua sudah terhubung di jaringan internet, masih saja ada orang yang merasa kesepian. Aplikasi kencan online memungkinkan bertemu dengan orang-orang baru lintas profesi dan geografi. Dan ini akan memberikan pengalaman baru yang kadang mengejutkan dan mampu mengusir kesepian yang melanda.

Dengan berbagai manfaat ini, kencan online dapat menjadi cara yang positif dan konstruktif untuk membangun hubungan, meningkatkan kesejahteraan emosional, dan mengembangkan keterampilan sosial yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

Apalagi dengan dukungan AI yang mampu menawarkan pengalaman virtual yang lebih nyata. Ke depan seseorang bisa jadi akan lebih nyaman berhubungan dengan mesin atau robot dibanding dengan manusia yang sebenarnya. Tak akan ada lagi pertanyaan kapan nikah, sudah expired.

 

 

  1. Bagus om tulisannya , memang jaman sekarang banyak yg menunda pernikahan .. namun di agama Islam bila kita menikah mau akan menjadi sempurna dlm beribadah .. tapi kembali ke masing masing individu .. menikah dan tidak adalah hak individu saya akan menghormati .. selamat pagi dan salam sehat selalu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...