Melihat Peta Kekuatan Pilkada Jabar: Dedi Mulyadi-Erwan, Syaikhu-Ilham Habibie, Acep-Gita, dan Jeje-Ronal

Date:

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2024 tidak kalah menarik dengan Jakarta. Pasalnya, Pilkada Jabar diikuti oleh nama-nama tersohor yang sudah mentas di panggung politik nasional.

Ada empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar yang daftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat. Adalah Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie, Acep Adang Ruhiyat-Gitalis Dwi Natarina dan Jeje Wiradinata-Ronal Sunandar Surapradja.

Berikut peta kekuatan empat paslon yang bakal meramaikan Pilkada Jabar:

Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan

Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan
Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (ketiga kiri) dan Erwan Setiawan (ketiga kanan) berfoto bersama dengan pimpinan partai pengusung saat pendaftaran di Kantor KPU Jawa Barat, Bandung, Selasa (27/8/2024). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww/pri.

Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan resmi daftar ke KPU Jabar sebagai Cagub dan Cawagub Jabar pada Selasa (27/8/2024). Pasangan ini diusung oleh koalisi gemuk yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

KIM di Pilkada Jabar terdiri dari Gerindra, Demokrat, Golkar, PAN, Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kemudian partai non parlemen yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelombang Rakyat (Gelora), Partai Garuda, Partai Rakyat Adil Makmur (Prima), Partai Ummat, Perindo, PKN, Hanura, dan Partai Buruh.

Melihat hasil pemilihan legislatif kemarin, Gerindra memiliki 20 kursi, Golkar 19 kursi, Demokrat 8 kursi, PAN 7 kursi, dan PSI satu kursi. Sementara, partai-partai lain yang mengusung Dedi-Erwan tidak memiliki kursi di DPRD Jabar. Di atas kertas, pasangan Dermawan ini diunggulkan.

Cagub Jabar Dedi Mulyadi optimistis pada pilkada kali ini ia bisa menang telak dengan 70 persen suara. Sebelumnya, mantan Bupati Purwakarta dua periode itu pernah maju sebagai Cawagub Jabar bersama Deddy Mizwar tapi gagal.

“Ya, kami yakin bisa memenangkan Pilgub Jabar,” kata Dedi setelah mendaftar di KPU Jabar di Bandung, Selasa (27/8/2024).

Pasangan Dermawan akan berkeliling ke berbagai daerah untuk menemui masyarakat dan melihat langsung berbagai masalah untuk diselesaikan. Di samping itu, keduanya juga akan berkonsolidasi dengan partai pengusung dan para relawan di lapangan.

“Kang Erwan juga punya aktivitas sendiri, selain mengurus Persib juga mengurus masyarakat. Nanti kita menghindari hal yang terlalu seremonial,” kata Dedi.

Dedi dan Erwan akan berfokus pada kebutuhan masyarakat yang lebih substansial ketimbang mengadakan acara-acara seremonial. Ia ingin pasangan Dermawan dapat diterima oleh masyarakat dan kehadiran keduanya membawa manfaat.

Sebelum daftar ke KPU Jabar, Dedi mengaku sudah mengelilingi sekitar 2.000 desa di seluruh Jabar. Untuk saat ini, dia akan fokus pada pusat-pusat kota yang mudah dijangkau.

“Jadi hari ini kita ingin berkomunikasi dengan pusat-pusat kota yang mudah dijangkau karena yang paling ujung sudah hampir semuanya dikunjungi,” ujarnya.

Untuk diketahui, Dedi Mulyadi sebelumnya pernah menjadi Anggota DPRD Purwakarta (1999-2004), Bupati Purwakarta (2008-2013 dan 2013-2018), dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI (2019-2024). Sementara, Erwan Setiawan adalah mantan Wakil Bupati Sumedang (2018-2023) sekaligus anak bos Persib Bandung, Umuh Muchtar.

Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie

Bakal Calon Gubernur Jawa Barat yang diusung Partai Nasdem Ilham Akbar Habibie (tengah) berjabat tangan dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu (kiri) disaksikan Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim (kanan) dalam konferensi pers usai melakukan pertemuan tertutup di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (18/7/2024). Pertemuan itu dalam rangka silahturahmi politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2024. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.

Di Pilkada Jabar, PKS, NasDem, dan PPP menjagokan Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie. Pasangan yang dijuluki Asih ini mendaftar sebagai cagub dan cawagub ke KPU Jabar pada Kamis (29/8/2024).

Pada pileg sebelumnya, PKS memiliki 15 kursi, NasDem 8 Kursi, dan PPP 6 kursi DPRD Jabar. Meski secara hitung-hitungan di atas kertas kekuatannya kalah jauh dari KIM, pasangan Asih percaya diri dan sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi Dedi-Erwan di Pilkada Jabar.

“Soal strategi kemenangan, kami akan membangun kebersamaan, insya Allah kami akan merumuskan secara mendalam pada kesempatan ke depan. Jadi strateginya tiga partai bersinergi,” kata Syaikhu di kantor KPU Jabar, Bandung.

Pilkada Jabar bukan untuk kali pertamanya bagi Syaikhu. Sebelumnya, ia pernah dipasangkan dengan Sudrajat dari Gerindra. Akan tetapi, pasangan Asyik saat itu kalah dari Ridwan Kamil dan UU Ruzhanul Ulum yang diusung PPP, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasdem, dan Partai Hanura.

“Ini memang Pilgub kedua buat saya, ya ini biasa soal belum menang dan menang sudah ada guratan takdirnya. Kemarin saya sempat dicalonkan jadi Calon Wali Kota Bekasi lalu nggak jadi, ternyata jadi wakil wali kota malah menang. Nah 2018 saya jadi cawagub belum menang, sekarang jadi cagub semoga menang. Semua diserahkan pada Allah sebagai pemilik kekuasaan,” katanya dengan penuh optimistis.

Terkait pasangannya, Syaikhu mengatakan Ilham Habibie bukanlah orang sembarangan. Ia adalah seorang teknokrat yang memiliki kredibilitas dan kapasitas mumpuni.

“Kami berdiskusi, bertukar gagasan, hingga memiliki kesamaan pandangan dan tekad bersama untuk mengabdi bagi Jawa Barat,” katanya saat deklarasi pasangan Asih.

Ilham Habibie adalah putra dari Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie. Dia dengan PKS merasa ada perpaduan yang ideal antara iman dan takwa (imtak) serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

“Saya lebih dikenal sebagai seorang teknokrat. Sementara, Pak Syaikhu dikenal sebagai ustadz dan teknokrat. Kami saling melengkapi dan memiliki komitmen besar untuk memajukan Jawa Barat,” tuturnya.

“Insya Allah, pasangan Syaikhu-Ilham adalah kombinasi dari gagasan Bapak (BJ Habibie) perpaduan antara iman, takwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi,” tambahnya.

Acep Adang Ruhiyat-Gitalis Dwi Natarina

Acep Adang-Gita
Cagub Acep Adang Ruhiat dan Cawagub Gitalis Dwi Natarina. (Istiemewa)

Pasangan Acep Adang Ruhiyat-Gitalis Dwi Natarina mendaftarkan diri sebagai Cagub dan Cawagub Jabar pada hari terakhir menjelang penutupan. Acep Adang-Gita datang ke kantor KPU Jabar sekitar pukul 21.30 WIB.

Acep Adang dan Gita diusung oleh PKB. Partai yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar ini memiliki 15 kursi DPRD Jabar, sehingga memenuhi syarat untuk mengusung calon sendiri di Pilkada Jabar.

Sosok Acep tidak terlalu asing bagi warga di beberapa daerah, terutama Tasikmalaya dan Garut. Acep pernah menjadi anggota DPR RI selama dua periode (2014-2019 dan 2019-2024) mewakili daerah pemilihan Jawa Barat XI (Kota/Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut). Dengan pengalamannya di parlemen, Acep diharapkan bisa memberi solusi untuk pembangunan Jabar. 

Sementara itu, nama Gita sering terdengar di panggung hiburan. Namanya semakin dikenal publik setelah menjuarai Kontes Dangdut Indonesia (KDI) di sebuah stasiun televisi. Tak hanya sebagai penyanyi, Gita juga menjadi kader PKB dan pernah menduduki sebagai anggota legislatif.

Dengan ketenaran dan pengalamannya, Gita diharapkan dapat mendongkrak suara Cagub dan Cawagub yang diusung PKB. 

Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja

Mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan aktor Ronal Sunandar Surapradja
Mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan aktor Ronal Sunandar Surapradja jadi Cagub-Cawagub Jabar yang diusung PDIP. (Instagram/rocknal dan wiradinatajeje)

Drama detik-detik akhir, PDIP akhirnya mengusung kader sendiri untuk bertarung di Pilkada Jabar. Adalah mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan aktor Ronal Sunandar Surapradja yang daftar ke KPU Jabar pada Kamis (29/8/2024) malam.

Melihat suara PDIP di Jabar pada Pemilu 2024, partai berlambang kepala banteng moncong putih itu meraih 2.983.432 suara DPR RI dari masyarakat Jabar. Di atas kertas, memang PDIP kalah dari parta-partai lain yang mengusung Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan dan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie. Akan tetapi, bukan tidak mungkin pada Pilkada Jabar ini partai tersebut memberi kejutan.

“Calon gubernur dan calon wakil gubernur (PDIP di Jabar) adalah figur yang memiliki pengalaman baik di legislatif maupun di eksekutif. Ini merepresentasikan dari masyarakat Jawa Barat. Cawagub yang kami usung adalah cawagub yang memahami tentang kultur masyarakat Jawa Barat sebagaimana apa yang disampaikan Bung Karno bwah masyarakat kita harus memahami nature dan culture-nya,” kata politisi PDIP Abdy Yuhana di kantor KPU Jabar.

Penulis: Chairil Mustami  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...