Pilkada Jawa Tengah 2024 menghadirkan kompetisi ketat antara dua pasangan calon yang memiliki latar belakang kuat dan pengalaman luas: Ahmad Luthfi dan Andika Perkasa.
Masing-masing pasangan memiliki kelebihan dan kekuatan yang menjadi sorotan dalam survei dan analisis politik.
Ahmad Luthfi, dengan latar belakang kepolisian, berpasangan dengan Taj Yasin Maimoen, sementara Andika Perkasa, mantan Panglima TNI, berpasangan dengan Hendrar Prihadi.
1. Hasil Survei Elektabilitas
Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 20-25 Juni 2024, dengan melibatkan 500 responden dari 35 kota/kabupaten di Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berada di posisi kedua dengan elektabilitas 6,8 persen. Ini menunjukkan Luthfi sebagai salah satu kandidat teratas untuk Pilgub Jateng. Adapun Kaesang Pangarep memimpin dengan 7 persen, sementara taj Yasin Maimoen berada di posisi ketiga dengan 3,2 persen. Hasil survei ini memiliki margin of error +/- 4,4 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Di sisi lain, survei yang dilakukan oleh Lembaga ARCHI Research and Strategy menunjukkan hasil yang berbeda. Dalam survei ini, Hendrar Prihadi memimpin dengan 23,21 persen, diikuti oleh KH Muhammad Yusuf Chudlori dengan 16,07 persen. Taj Yasin Maimoen berada di posisi kelima dengan 7,14 persen, sementara Ahmad Luthfi tidak muncul dalam daftar top lima. Margin of error survei ARCHI adalah 5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, melibatkan 400 responden melalui telesurvei.
2. Profil Ahmad Luthfi
Ahmad Luthfi adalah mantan Kapolda Jawa Tengah dengan latar belakang kepolisian yang kuat. Lulusan Sekolah Perwira Militer Sukarela (Sepa) Polri 1989, Luthfi memiliki pengalaman mendalam dalam dunia kepolisian.
Ia pernah menjabat sebagai Wakapolres dan Kapolres Surakarta sebelum menjadi Analis Kebijakan Madya di Baintelkam Polri. Luthfi kemudian menjabat sebagai Wakapolda dan Kapolda Jawa Tengah hingga 2024, sebelum promosi menjadi Irjen Kemendag.
Pengalamannya sebagai Kapolda memberikan pemahaman yang mendalam tentang keamanan dan dinamika sosial di Jawa Tengah.
3. Profil Taj Yasin Maimoen
Taj Yasin Maimoen, calon wakil gubernur dari pasangan Luthfi, adalah tokoh penting dengan latar belakang keagamaan dan politik. Sebagai putra dari KH. Maimoen Zubair, Taj Yasin memiliki koneksi yang kuat dengan komunitas religius dan tradisional di Jawa Tengah.
Keterlibatannya dalam politik lokal serta posisi-posisi pemerintahan membuatnya menjadi pendamping strategis bagi Luthfi dalam rangka memajukan Jawa Tengah.
4. Profil Andika Perkasa
Andika Perkasa adalah mantan Panglima TNI dengan pengalaman luas di berbagai posisi strategis. Lulusan Akmil 1987, Andika pernah menjabat sebagai KSAD, Panglima Kostrad, Pangdam XII/Tanjungpura, Komandan Paspampres, dan Kadispenad.
Dengan latar belakang militer yang kuat, Andika diharapkan dapat membawa pengalaman dan kepemimpinan strategis ke dalam pemerintahan Jawa Tengah.
5. Profil Hendrar Prihadi
Hendrar Prihadi, calon wakil gubernur dari pasangan Andika, adalah Walikota Semarang yang telah dikenal luas. Pengalaman Hendrar dalam pemerintahan kota memberikan pemahaman mendalam tentang masalah lokal dan kebutuhan masyarakat.
Sebagai pasangan Andika, Hendrar diharapkan dapat menggabungkan pengalaman militer dan pemerintahan untuk memberikan kontribusi signifikan di Jawa Tengah.
6. Indikator Politik Indonesia
Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai pencalonan Andika Perkasa oleh PDIP sebagai langkah strategis untuk menghadapi Ahmad Luthfi. Luthfi, dengan pengalaman sebagai mantan Kapolda, memiliki keunggulan dalam penguasaan wilayah dan jejaring keamanan.
PDIP perlu memastikan Andika dapat menawarkan keunggulan yang sebanding, termasuk dalam hal penguasaan teritorial dan jejaring.
7. Analisis Wasisto Raharjo
Pengamat politik BRIN, Wasisto Raharjo, berpendapat bahwa pencalonan Andika dan Luthfi mencerminkan tren pemilih yang menyukai purnawirawan. Masyarakat Jawa Tengah familiar dengan pemimpin dari latar belakang militer dan sipil, dan Andika serta Luthfi merupakan kandidat yang relevan. Wasisto juga mencatat bahwa pemilihan di Jateng bisa dipengaruhi oleh pola pemilih yang terbagi antara sipil dan militer.
8. Tantangan bagi Andika Perkasa
PDIP menghadapi tantangan dalam meningkatkan elektabilitas Andika Perkasa. Sejauh ini, Andika belum muncul dalam survei terbaru, menunjukkan perlunya strategi kampanye yang efektif untuk memperkenalkan dan membangun dukungan.
Keberhasilan dalam hal ini akan bergantung pada upaya untuk meningkatkan popularitas Andika di kalangan pemilih Jawa Tengah.
Melihat hasil survei dan profil masing-masing calon, Pilgub Jateng 2024 diprediksi akan sangat sengit. Ahmad Luthfi menunjukkan posisi kuat dalam survei, namun Andika Perkasa juga merupakan lawan yang tangguh.
Selisih suara antara kedua pasangan calon diharapkan tidak terlalu jauh, terutama jika PDIP dapat memperkuat posisi Andika dalam waktu dekat.
PDIP dan KIM masing-masing harus mengoptimalkan kekuatan mereka untuk meraih kemenangan. KIM perlu mempertahankan dan memperkuat posisi Luthfi, sementara PDIP harus bekerja keras untuk membangun dukungan bagi Andika. Kedua pasangan calon harus fokus pada isu-isu yang relevan bagi pemilih dan memperkuat jejaring lokal mereka.
Faktor kunci dalam Pilgub Jateng termasuk kemampuan pasangan calon untuk berhubungan dengan pemilih melalui jejaring lokal dan isu-isu yang penting bagi masyarakat. Dukungan dari tokoh lokal dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan masyarakat akan menjadi elemen krusial dalam menentukan hasil akhir pemilihan.
Potensi kemenangan dalam Pilgub Jateng sangat bergantung pada strategi kampanye dan dukungan dari partai serta tokoh lokal. Kemenangan akan ditentukan oleh kemampuan masing-masing pasangan calon untuk menyelesaikan masalah-masalah masyarakat dan membangun dukungan yang solid di seluruh Jawa Tengah.
Penulis: Purba Handayaningrat


