Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Gerindra menghasilkan keputusan Prabowo Subianto melanjutkan kursi Ketua Umum Partai. Dalam kesempatan kemarin, Prabowo berulang kali menyebutkan soal oposisi yang bukan merupakan budaya bangsa.
Dalam penutupan Rapimnas, Minggu (31/8/2024), di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Prabowo mengatakan bahwa momen Rapimnas yang digelar kemarin adalah pertama kalinya Gerindra mengundang Presiden dan Wakil Presiden serta tooh nasional.
“Kita undang pertam kali karena moril agak tinggi, pak. Jadi berani ngundang, pak. Waktu kalah enggak usah ngundang-ngundang,” kata Prabowo membuka pidatonya.
Seluruh pimpinan partai, terutama partai koalisi hadir dalam Rapimnas tersebut. Kecuali Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, dan Ketua Umum Golkar.
PDIP diwakilkan oleh Azwar Anas yang juga menjabat Menpan RB. Sementara Bahlil Lahadila tengah umrah dan diwakilkan oleh Adies Kadir. Sedangkan Kaesang Pangarep hanya disebutkan berhalangan hadir dan diwakilkan Jeffrie Geovanie.
Turut hadir dalam kesempatan itu adalah Ketua Umum MPR Bambang Soesatyo, 16 menteriKabinet Indonesia Maju yang satu per satu disebutkan, dan 12 ketua umum partai yang satu per satu turut dalam penyebutan.
“Ibu Puan mengirim salam karena ada acara DPR di Bali,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, kehadiran paa ketua partai koalisi dan non-koalisi, serta para menteri kabinet adalah bukti bahwa usai Pilpres yang penuh persaingan suasana rukun terbentuk kembali.
“Dan ini tidak sedikit peran kepemimpinan Bapak Joko Widodo,” puji Prabowo.
Prabowo mencontohkan ketika dirinya kalah dalam Pilpres 2019, Jokowi berupaya untuk merangkulnya dengan mendatangi kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan. Jokowi lantas memberikan kursi kabinet Menteri Pertahanan kepada Prabowo kala itu.
“Makanya kalau urusan tentara, pertahanan tanya Prabowo, urusan politik aku datang ke orang Solo ini,” tutur Prabowo.
Pemimpin yang rukun, Prabowo melanjutkan, adalah ciri dari budaya bangsa sendiri. Sementara oposisi merupakan ciri budaya bangsa lain.
“Bahwa kita bersaing boleh, tapi pada saat kepentingan nasional kita tidak boleh ikut orang lain. Mereka itu kalau oposisi-oposisinya sampai mengarah ke bermusuhan. Kita tidak boleh, kita tidak mau. Insya Allah tidak akan,” kata Prabowo.
Hal serupa juga disampaikan Prabowo saat memberikan pidato penutupan di Kongres III Nasdem, Selasa (27/8/2024).
“Jangan mau ikut-ikutan budaya lain, budaya barat itu mungkin suka oposisi, gontok-gontokan, enggak mau kerja sama,” kata Prabowo saat itu.
“Sekarang ayo kita bersatu, kita bergabung, kita bersama. PKS, PKB ayo bergabung. Jangan pergi lagi tapi. Sekarang aku nunggu, mana yang mau gabung lagi,” dia menambahkan.
Begitu pula di Rakernas PAN pada Mei 2024, Prabowo meminta oposisi tidak menganggu pemerintahannya mendatang. “Yang mau diajak kerjasama, yang tidak mau diajak kerjasama tidak apa-apa. Kalau ada yang mau nonton di pinggir jalan, silakan jadi penonton yang baik. Tapi kalau sudah tidak mau diajak kerjasama, jangan menganggu, orang mau kerja, kok,” tegas Prabowo.


