Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyinggung akademikus yang kerap muncul di beberapa program siniar (podcast) yang berbicara soal kondisi sosial politik Indonesia saat ini. Dia mengatakan bahwa kepemimpinan Joko Widodo menjadi role model bagi kepemimpinan Prabowo kelak.
Prabowo bercerita saat pidato Penutupan Rapimnas Partai Gerindra di Indonesia Arena, GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/8/2024). Jokowi berupaya merangkul dirinya yang kalah ketika Pilpres 2019. Kala itu adalah kekalahan kedua Prabowo setelah sebelumnya bertarung di 2014.
“Saya tidak suka untuk menjilat, saya tidak suka ngolor, istilah di tentara, pak. Kita pernah bersaing, kita pernah berbeda, bapak menang tapi bapak mengajak saya bergabung. Ini leadership, ini kepemimpinan, ini kenegarawanan, ini tidak sering terjadi dimana-mana,” kata Prabowo. tidak sering terjadi.
Bahkan rekan-rekan Prabowo di luar negeri kerap menanyakan kekalahan Prabowo di dua kali Pilpres. “Kita kalah mereka ketawa. Anak buah lagi ketawa. Lu kira enak kalah?” kata Prabowo.
Prabowo melanjutkan, ketika dirinya didera kekalahan, Jokowi bertandang ke kediamannya di Kertanegara. Sementara pada umumnya, pihak yang kalah yang biasanya mengucapkan selamat kepada pihak yang menang.
“Ini yang menang datang ke rumah saya. Makanya kalau ilmu kepemimpinan belajar dari orang Solo. Habis itu bawa undangan, mohon hadir pelantikan. Waduh…” kata Prabowo.
“Kalau urusan tentara, pertahanan, tanya Prabowo. Urusan politik aku datang ke orang Solo ini,” dia menambahkan.
Apa yang dilakukan Jokowi kala itu, kata Prabowo, ingin menunjukan poal kepemimpinan yang rukun dan menjadi budaya bangsa Indonesia.
“Dan maaf, para profesor, orang-orang pinter di mana-mana, yang banyak bicara di podcast-podcast, saya sangat hormat sama anda. Anda memang pinter, tapi…” kata Prabowo.


