Pada Rabu (4/9/2024), ibunda mendiang dr Aulia Risma Lestari bersama pengacara dan tim Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendatangi Polda Jawa Tengah untuk melaporkan kasus yang menimpa anaknya.
Dokter Aulia, seorang mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), ditemukan tewas di kamar indekosnya pada 12 Agustus 2024, dan diduga menjadi korban perundungan hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menerima aduan dari keluarga mendiang.
“Ibunda dr. Aulia mengadukan permasalahan anaknya kepada pihak kepolisian, dan laporan ini diterima oleh KSPKT Polda Jateng,” ujar Artanto.
Namun, ia belum dapat memastikan apakah aduan tersebut berkaitan dengan dugaan perundungan atau kekerasan lainnya di lingkungan pendidikan.
Dugaan Kekerasan Seksual Mulai Didalami
Selain perundungan, muncul informasi mengenai dugaan kekerasan seksual yang dialami dr Aulia selama menjalani PPDS Undip di RSUP Dr Kariadi. Polda Jateng sedang mendalami informasi ini dengan serius.
“Kami telah menerima informasi dan data-data awal dari tim investigasi Kemenkes, dan semuanya akan kami dalami step by step,” kata Artanto. Ia menambahkan bahwa saat ini lebih dari 10 saksi telah diperiksa, dan proses pemeriksaan masih terus berlangsung.
Kepolisian juga sedang melakukan autopsi psikologis untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai penyebab kematian dr. Aulia.
“Semua informasi yang diberikan akan menjadi pondasi untuk melakukan pendalaman lebih lanjut,” tambah Artanto.
Potensi Pembongkaran Makam
Terkait pertanyaan mengenai kemungkinan pembongkaran makam dr. Aulia untuk keperluan investigasi lebih lanjut, Kombes Pol Artanto belum bisa memberikan kepastian.
“Kita akan lihat dinamika perkembangan kasus ini, dan keputusan akan diambil berdasarkan kebutuhan penyelidikan,” ujarnya.
Kematian dr. Aulia Risma Lestari menjadi sorotan publik, terutama terkait dugaan perundungan dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan kedokteran. Kasus ini membuka kembali perbincangan mengenai perlindungan bagi mahasiswa kedokteran dan profesional medis yang masih dalam masa pendidikan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran di balik kematian tragis dr. Aulia.
Perundungan di PPDS, Tradisi yang Mendarah Daging
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan adanya praktik perundungan yang telah menjadi tradisi dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Indonesia. Menurutnya, perundungan yang dialami oleh para dokter residen ini sudah sangat keterlaluan dan harus segera dihentikan.
Dalam keterangannya, Menkes Budi menyebutkan bahwa para korban mengalami berbagai bentuk perundungan, mulai dari pelecehan seksual hingga menjadi korban pemerasan.
“Perundungan ini sudah keterlaluan dan itu benar-benar dirundung secara fisik dan mental, kemudian ada seksual harassment juga, diminta uang juga iya,” ungkapnya kepada wartawan di Rumah Sakit Ngoerah, Denpasar, Bali, pada Senin (2/9/2024).
Hilangkan Tradisi Buruk di Pendidikan Kedokteran
Budi menegaskan bahwa kebiasaan buruk ini tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun, termasuk alasan untuk membentuk karakter mental para dokter. Ia menyatakan bahwa pendidikan profesi lain, seperti polisi, TNI, dan pilot juga melatih ketangguhan mental tanpa praktik perundungan.
“TNI-Polri juga kurang tangguh apa ya? Pilot juga fisik harus tangguh, dan mereka bisa dilatih tanpa perundungan. Jadi tidak benar bahwa perundungan itu dipakai sebagai alasan untuk menciptakan tenaga-tenaga yang tangguh,” tegasnya.
Komitmen untuk Menghapuskan Perundungan
Menurut Menkes, praktik perundungan di PPDS sudah berlangsung selama puluhan tahun dan terus mengakar karena kurangnya komitmen dari para pemangku kepentingan untuk menangani kasus ini secara tuntas. “Menurut saya ini sudah keterlaluan lah dan sudah saatnya praktik-praktik seperti ini tidak ada lagi di dunia pendidikan, apalagi di spesialis,” kata dia.
Pernyataan Menkes ini muncul di tengah semakin banyaknya laporan dan kasus perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran yang terungkap ke publik. Kematian dr. Aulia Risma Lestari, seorang mahasiswa PPDS anestesi Undip, yang diduga menjadi korban perundungan, semakin menyoroti masalah ini dan mendesak adanya tindakan nyata untuk menghentikan tradisi buruk ini.
Penulis: Purba Handayaningrat


