Warganet baru-baru ini digegerkan oleh dugaan pelecehan seksual yang terjadi di salah satu rumah sakit swasta di Purwokerto, Banyumas. Informasi ini pertama kali diungkap melalui akun Instagram @InfoBanyumasan dan langsung menarik perhatian publik.
Kejadian ini menimpa seorang perempuan berinisial C dari Purbalingga. Menurut informasi yang beredar, korban melamar pekerjaan sebagai bidan di rumah sakit swasta pada 14 Juli 2024.
Namun, alih-alih mendapatkan kesempatan bekerja, ia justru mengalami perilaku tidak pantas dari oknum perawat dan dokter di rumah sakit tersebut.
Kerabat korban, M, mengungkapkan bahwa C dihubungi oleh seorang perawat dari rumah sakit untuk melakukan wawancara sebagai bagian dari proses perekrutan. Korban yang berharap dapat bekerja di rumah sakit tersebut, datang pada waktu Isya dan bertemu dengan petugas medis tersebut.
Di luar dugaan, petugas tersebut itu mulai menunjukkan sikap genit dan tidak pantas, termasuk menyentuh dan mengelus dagu korban sembari berkata, “Manis juga ya kamu.”
Kejadian ini berlanjut ketika korban dibawa ke ruang VIP untuk bertemu seorang yang diduga dokter yang ternyata adalah petinggi rumah sakit. Di ruang tersebut, sosok tersebut meminta korban untuk berhubungan intim, dengan lampu dimatikan dan ruangan dikunci.
Beruntung, korban mampu berontak dan menolak ajakan tersebut sebelum terjadi hal yang lebih buruk.
Tanggapan dan Langkah Hukum
Menurut informasi dari akun @InfoBanyumasan yang dikonfirmasi oleh media, narasi kejadian tersebut sesuai dengan fakta yang disampaikan oleh korban.
Saat ini, korban berencana melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan berupaya agar tidak ada korban lain yang mengalami hal serupa.
Setelah kejadian tersebut diunggah, korban mengaku mendapatkan pesan langsung dari akun-akun lain yang juga mengklaim sebagai korban pelecehan oleh oknum yang sama.
Hal ini menunjukkan bahwa kasus serupa mungkin melibatkan lebih dari satu korban, namun banyak yang enggan untuk berbicara karena berbagai alasan.
Seruan Keadilan
Dugaan pelecehan seksual ini memantik kemarahan warganet. Reaksi warganet mencerminkan kemarahan dan kegeraman publik terhadap praktik dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh tenaga medis.
Rata-rata mengecam aksi tak terpuji itu. Sebagian lainnya meminta agar dugaan pelecehan seksual ini diusut tuntas.
“Welcome di jaman remuk,” tulis @bowoka.
“Nek bener jan gemblung tenan doktere….perlu diarak keliling pwt“, @widhie_is_me, mencerminkan kemarahannya.
Tanggapan-tanggapan ini mencerminkan ketidakpuasan dan kemarahan netizen terhadap kasus ini, serta tuntutan agar tindakan tegas diambil terhadap pelaku dan institusi yang terlibat.
Penulis: Purba Handayaningrat


