Karier Pelaku Perundungan PPDS Undip Dijamin Bakal Tamat!

Date:

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan akan mencabut seluruh izin praktik pelaku perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip), jika terbukti bersalah.

Langkah ini akan mengakhiri karier kedokteran mereka, baik dengan pencabutan Surat Izin Praktik (SIP) maupun Surat Tanda Registrasi (STR).

Seperti diketahui baru-baru ini mencuat dugaan perundungan terhadap Dokter Aulia Risma Lestari mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Undip, yang ditemukan tewas di kamar indekosnya pada 12 Agustus 2024. Ia diduga menjadi korban perundungan hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa sanksi diberikan berdasarkan tingkat perundungan yang dilakukan, dari peringatan hingga pencabutan izin secara permanen.

“Sanksinya tergantung, dari perundungan ringan hingga berat. Kalau berat, SIP dan STR bisa dicabut, sehingga mereka tidak akan bisa praktik sebagai dokter lagi,” ujarnya di Gedung DPR RI, baru-baru ini.

Sanksi Berat untuk ASN dan Mahasiswa PPDS

Aksi menyalakan lilin untuk kasus PPDS FK UNDIP. ANTARA FOTO/Aji Styawan/foc.

Sanksi juga berlaku untuk dokter yang bekerja di rumah sakit vertikal Kemenkes, di mana sanksi bisa berupa teguran, penurunan pangkat, atau bahkan pemecatan bagi yang berstatus ASN.

Sementara itu, mahasiswa PPDS yang terlibat akan dikenakan sanksi akademik berupa penghentian sementara dari pendidikan atau larangan praktik di rumah sakit terkait.

Kemenkes juga telah menghentikan sementara program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Undip di RS Kariadi, Semarang, yang menjadi lokasi kejadian perundungan terhadap mahasiswi Anestesi Undip, dr Aulia Risma Lestari.

Kasus ini masih dalam penyelidikan dan belum ada keputusan untuk membuka kembali kegiatan pendidikan di rumah sakit tersebut.

Laporan ke Polda Jateng dari Keluarga Mendiang

Makam Moh Fakhruri ayah dr Aulia Risma Lestari, yang dikuburkan dekat dengan makam dr Aulia. (Foto: Undip.ac.id)

Pada Rabu (4/9/2024), ibunda mendiang dr. Aulia Risma Lestari bersama pengacara dan tim Inspektorat Jenderal Kemenkes mendatangi Polda Jawa Tengah untuk melaporkan kasus yang menimpa anaknya.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima aduan dari keluarga mendiang.

“Ibunda dr. Aulia mengadukan permasalahan anaknya kepada pihak kepolisian, dan laporan ini diterima oleh KSPKT Polda Jateng,” ujar Artanto.

Namun, ia belum dapat memastikan apakah aduan tersebut berkaitan dengan dugaan perundungan atau kekerasan lainnya di lingkungan pendidikan.

Dugaan Kekerasan Seksual Mulai Didalami

Selain perundungan, muncul informasi mengenai dugaan kekerasan seksual yang dialami dr. Aulia selama menjalani PPDS di RSUP Dr. Kariadi. Polda Jateng sedang mendalami informasi ini dengan serius.

“Kami telah menerima informasi dan data-data awal dari tim investigasi Kemenkes, dan semuanya akan kami dalami step by step,” kata Artanto. Ia juga menambahkan bahwa lebih dari 10 saksi telah diperiksa, dan proses pemeriksaan masih berlangsung.

Autopsi diperkirakan bakal dilakukan pihak berwajib untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab kematian dr. Aulia, serta memberikan dasar kuat untuk penyelidikan lebih lanjut.

Penulis: Purba Handayaningrat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...