Kesederhanaan Paus Fransiskus Tamparan Keras untuk Pejabat Hedon Indonesia

Date:

Pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana. Kesederhanaan Paus Fransiskus tercermin saat Kepala Negara Vatikan itu melakukan perjalanan apostolik ke Tanah Air.

Sebagai kepala negara, Paus memilih naik pesawat komersil dengan maskapai ITA Airways ketimbang jet pribadi. Dalam video yang beredar di media sosial, ia terlihat berinteraksi dengan para penumpang ITA Airways dan mendoakannya.

Paus Fransiskus dan rombongan dari Vatikan tiba di Indonesia pada Selasa, 3 September 2024 siang.  Alih-alih menggunakan mobil mewah, paus kelahiran Buenos Aires, Argentina itu memilih Kijang Innova Zenix Hybrid berwarna putih saat dijemput di Bandara Soekarno-Hatta.

Sedianya Paus Fransiskus menginap di sebuah hotel di Jakarta selama kunjungannya ke Indonesia hingga 6 September 2024. Namun, mantan Uskup Agung Buenos Aires itu memilih istirahat di Kedutaan Besar Vatikan. Sementara, delegasi Vatikan bermalam di hotel.

Kesederhanaan Paus Fransiskus lainnya dapat dilihat dari jam tangan yang digunakannya. Ketimbang gaya, paus lebih mengutamakan fungsi dari sebuah jam. Buktinya, harga jam tangan yang dikenakan paus ke-266 itu hanya Rp100 ribuan.

Akun X (dulu Twitter) @JhonSitorus mengungkapkan jam tangan yang digunakan Paus Fransiskus saat berkunjung ke Indonesia adalah merek Casio seri MQ24-7B2. Harganya hanya 8 US Dollar atau Rp124 ribu dan pernah dikonfirmasi oleh Casio pada 2020 lalu.

“Kunjungan diplomatik dan apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia sarat dengan pesan moral dan seruan persaudaraan, tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi seluruh umat beragama satu pesan moral yang kuat yakni kesederhanaan yang dicontohkan oleh Paus,” kata Pengamat hukum dan politik, Pieter C. Zulkifli dalam keterangannya, Rabu (4/9/2024). 

Gaya Hedon Pejabat dan Keluarganya

Gaya hidup Paus kontras berbeda dengan gaya hidup sebagian pejabat di Indonesia. Pieter Zulkifli mengatakan, pejabat Indonesia kerap menonjolkan kemewahannya kepada publik. Bahkan, rumah megah, mobil mewah, dan barang-barang bermerek sering menjadi penanda status sosial mereka.

Menurut Pieter, banyak pejabat di Tanah Air justru hobi menciptakan masalah dengan alasan hukum sehingga terbuka kesempatan mendapatkan uang. Harta haram tersebut kemudian dipamerkan kepada masyarakat, sebagaimana pernah dilakukan oleh beberapa pejabat dan keluarganya beberapa waktu lalu.

Berikut ini beberapa pejabat dan keluarganya yang pernah disorot publik lantaran gaya hidup mewah dan pamer harta kekayaan di media sosial. Sebagian di antaranya dipenjara karena terbukti menerima gratifikasi dan pencucian uang.

Rafael Alun

Misalnya, Rafael Alun Trisambodo. Berdasarkan LHKPN, harta dan kekayaan mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan itu tembus Rp56,1 miliar per 2021. 

Ketidakwajaran harta milik Rafael mulai terendus ketika anaknya, Mario Dandy melakukan penganiayaan terhadap David Ozora. Pada akhirnya, ia terbukti menerima gratifikasi Rp 10 miliar lewat PT ARME dan melakukan tindak pidana pencucian uang. Rafael divonis 14 tahun penjara dan denda Rp500 juta. 

Eko Darmanto

Pejabat lainnya adalah Eko Darmanto. Mantan Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta ini menjadi sorotan setelah pamer foto kendaraan mewah dan naik helikopter pribadi. Ia akhirnya dicopot dari jabatannya setelah terbukti tidak melaporkan beberapa asetnya di LHKP.

Andhi Pramono

Masih di lingkungan Kementerian Keuangan, Andhi Pramono saat menjadi Kepala Bea Cukai Makassar viral di media sosial karena pamer harta yang dilakukan istri dan anaknya. 

Di persidangan, ia terbukti bersalah menerima gratifikasi total Rp58.974.116.189. Gratifikasi ini diperoleh dari sejumlah pihak terkait pengurusan kepabeanan impor saat bekerja sebagai pegawai Bea dan Cukai.

Kaesang Pangarep

Teranyar yang disorot warganet adalah jet pribadi yang digunakan putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep dan istrinya, Erina Gudono saat bepergian ke Amerika Serikat. Fasilitas mewah tersebut diduga hasil gratifikasi. Soal ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusutnya.

Masih banyak pejabat negara dan keluarganya yang memamerkan gaya hidup hedon. Alih-alih melayani rakyat, mereka beserta keluarganya malah mempertontonkan kekayaannya.

Penulis: Mustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...