Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris mengutuk penembakan mematikan yang terjadi sebuah sekolah di Georgia pada Rabu pekan ini. Wanita yang juga calon presiden AS itu menyebut aksi tersebut sebagai tragedi yang tidak masuk akal.
“Kita harus mengakhiri epidemi kekerasan senjata di negara kita,” katanya seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (6/9/2024).
Wakil presiden dari Partai Demokrat ini berhenti sejenak sebelum menyampaikan pidatonya mengenai masalah ekonomi di kampanyenya. Ia memilih membahas insiden itu lebih dulu.
“Kami masih mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi. Tapi kami tahu tak hanya korban tewas, ada banyak yang terluka dan fasilitas sekolah yang hancur. Hati kami bersama para siswa, guru dan keluarganya,” tutur Harris.
Ia menambahkan, dirinya sangat mensyukuri kecepatan para penegak hukum yang berada di lokasi. Tapi dia tetap menganggap kejadian tersebut sebagai tragedi paling tidak masuk akal di antara serangkaian tragedi lain.
“Ini sangat aneh, bahwa setiap hari di negara kita, di AS, orangtua harus mengirim anaknya ke sekolah lalu cemas apakah anaknya akan pulang dengan selamat,” ujarnya.
Harris menyatakan bahwa pemerintah harus segera mengakhiri epidemi kekerasan menggunakan senjata api di negaranya.
“Harusnya tidak seperti ini,” katanya dengan serius.
Empat orang dikabarkan tewas sementara puluhan lainnya terluka akibat penembakan tersebut. Pelaku merupakan siswa di sekolah tersebut dan masih berusia 14 tahun. Saat ini pelaku dalam keadaan hidup dan tengah ditahan.
Presiden AS Joe Biden juga turut menyampaikan kegeramannya atas insiden tersebut. Dia mendorong Kongres untuk segera memperketat aturan kepemilikan dan penggunaan senjata api di negaranya.
Lewat akun Truth Social, pesaing Kamala Harris di pemilu presiden, Donald Trump juga mengecam insiden penembakan itu.
“Hati kami bersama para korban dan keluarga para korban dari kejadian tragis di Winder, Georgia” tulisnya.
Penulis: Amelie Fabiola


