Beda dengan Ormas dan Influencer, KPK Curhat Sulit Ketemu Jokowi, Istana Khawatir Intervensi

Date:

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku kesulitan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas korupsi. Hal ini diungkap oleh Ketua KPK Nawawi Pomolango saat menghadiri media gathering di kawasan Bogor, Jawa Barat (12/9/2024) lalu.

“Lima tahun kami di sana, tidak pernah sekalipun kami diundang untuk membicarakan KPK,” kata Nawawi.

Selama menjabat sebagai Ketua KPK, Nawawi mengaku hanya sekali bertemu dengan Presiden Jokowi. Pertemuan itu terjadi saat Jokowi hadir di acara Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2023. Padahal, pihaknya sudah mengajukan permohonan beberapa kali untuk menemui presiden. 

“Kami itu beberapa kali mengajukan permohonan untuk menghadap. Satu kali itu aja dipenuhi kaitannya dengan rencana penyelenggaraan Hakordia, pada waktu itu satu kali,” ujarnya.

Saat Jokowi melantik Johanis Tanak sebagai Wakil Ketua KPK yang baru, pimpinan lembaga antirasuah itu berharap dapat dipanggil presiden setelah pelantikan. Topik yang ingin dibahas saat itu terkait persoalan KPK. 

“(Tapi ternyata) tidak (dipanggil). Yang dipanggil itu Dewas (Dewan Pengawas) saat itu,” imbuhnya.

Begitu sulitnya bertemu dengan Jokowi, sampai-sampai Nawawi pernah bercanda dengan wakilnya, Alexander Marwata dengan menyebut organisasi masyarakat (ormas) lebih mudah menemui presiden dibanding lembaga antirasuah.

“Pak Alex, lebih mudah Ormas ya ketemu Pak Presiden dari pada pimpinan KPK,” kata Nawawi yang saat itu sambil mengirimkan tautan berita tentang pertemuan Jokowi dengan salah satu ormas.

Nawawi berharap Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) dapat menjembatani pimpinan KPK bertemu dengan Jokowi. Sebab, Nawawi menyebut ada koordinasi yang tidak jalan selama ini.

“Saya pernah mengajak Pak Alex, Pak Ghufron, Pak Johanis Tanak, bahkan Deputi Penindakan, Deputi Korsup saya ajak bicara dengan Polhukam yang baru,” tuturnya.

Selain dengan ormas, berdasarkan catatan iddb.id, Presiden Jokowi beberapa kali bertemu dengan influencer dan artis. Bahkan, kepala negara itu sempat memboyong para public figure itu ke Ibukota Nusantara (IKN).

Jawaban Istana

Koordinator Stafsus Presiden Ari Dwipayana menanggapi curhatnya Pimpinan KPK yang sulit bertemu Presiden Jokowi. Ia mengklaim koordinasi antara pemerintah dan lembaga antirasuah tersebut berjalan dengan baik.

“Koordinasi antara Pemerintah dengan KPK untuk aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi, berjalan dengan baik. Pemerintah melalui Menkopolhukam telah melakukan koordinasi yang intens dengan KPK,” kata Ari kepada wartawan, Senin (16/9/2024).

Ari mengatakan, Presiden Jokowi terbuka untuk bertemu dengan siapa saja, termasuk Pimpinan KPK. Akan tetapi, presiden ingin menghormati dan menjaga muruah KPK sebagai institusi yang independen.

“Jangan sampai pertemuan-pertemuan antara Presiden dan KPK kemudian disalah persepsikan sebagai intervensi,” ujar Ari.

Penulis: Mustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...