Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat, satu orang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan M 5,0 di Kabupaten Bandung tersebut. Angka itu berdasar ada data BPBD Jabar pukul 08.00 WIB, Kamis (19/9/2024).
Korban meninggal ini diketahui ada di Kabupaten Bandung.
Gempa tersebut menyebabkan 5.413 kepala keluarga (KK) dengan 21.709 jiwa terdampak. Mayoritas ada di Kabupaten Bandung dengan jumlah 5.409 KK dan 21.696 jiwa.
“Sementara pengungsi ada sebanyak 710 jiwa. Luka-luka ada 83 orang, Kabupaten Bandung 78 orang, Garut 5 orang, meninggal satu orang. Adapun taksiran kerugian Rp385 miliar,” kata Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat.
BPBD Jabar juga mencatat 4.638 rumah, gedung dan berbagai bangunan lain seperti fasilitas umum hingga pendidikan, terdampak gempa.
Hadi mengatakan sebagian besar bangunan terdampak berada di Kabupaten Bandung. Sisanya, ada di Garut, Bandung Barat hingga Purwakarta dan Bogor.
Total rumah dengan kerusakan berat mencapai 534. Ada pula rumah rusak ringan akibat gempa Bandung berjumlah 1.015 unit, dengan rincian Kabupaten Bandung 1.013 rumah, Kabupaten Bandung Barat 2 rumah.
Sementara, jumlah rumah terdampak mencapai 2.458 unit, dengan rincian Kabupaten Bandung 1.263 unit dan Kabupaten Garut 1.195 unit.
Selain itu, sejumlah bangunan lain rusak akibat gempa Bandung, dengan rincian 8 fasilitas kesehatan, 31 fasilitas pendidikan, 55 tempat ibadah, 20 fasilitas umum di Kabupaten Bandung, 20 fasilitas pendidikan dan 20 tempat ibadah di Kabupaten Garut.


