Bahas Visi Kenegaraan, Megawati-Prabowo Bertemu Sepulang dari Uzbekistan Sebelum Pelantikan Presiden

Date:

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri direncanakan bakal bertemu dengan Ketua Umum Gerindra sekaligus presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto. Kapan pertemuan tersebut akan berlangsung?

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah mengatakan, pertemuan tersebut diagendakan sebelum pelantikan presiden pada 20 Oktober 2024 . 

“Insya Allah sebelum pelantikan Ibu Megawati akan bertemu dengan Bapak Prabowo,” kata Said kepada wartawan, Rabu (18/9/2024).

Said menyebut pertemuan tersebut bukan berarti menandakan PDIP akan gabung koalisinya pemerintahan Prabowo. Ia mengatakan, keputusan bergabung atau tidaknya PDIP tergantung hasil pertemuan Megawati-Prabowo.

“Jika terdapat kesamaan, Insya Allah kami melihatnya dari sudut pandang PDI Perjuangan. Baik di dalam maupun di luar pemerintahan sama saja,” ujar elite PDIP ini.

Menurut Said, pembicaraan dua tokoh nasional tersebut membahas soal visi kenegaraan. Apabila terdapat kesamaan pandangan, ia menyatakan PDIP siap berada di dalam atau di luar pemerintahan.

“Pertemuan ini bertujuan untuk menunjukkan kepada publik, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Keuangan tadi, bahwa politik sebenarnya adalah untuk merawat moralitas publik, ini adalah wahana untuk merawat moralitas publik,” imbuhnya.

Hasto: Bertemu setelah Pulang dari Uzbekistan

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan waktu pertemuan Megawati-Prabowo secara spesifik, yakni sepulang dari Uzbekistan. Sebagaimana diketahui, saat ini Ketum PDIP itu tengah melakukan lawatan ke Rusia dan Uzbekistan untuk mengikuti beberapa agenda.

“Ibu Mega saat ini masih berada di Rusia, dan kemudian akan dilanjutkan ke Uzbekistan. Setelah dari sana, tentu akan dicari momen yang tepat bagi kedua pemimpin untuk dapat berdialog dan bertemu,” kata Hasto di Puncak, Bogor, Rabu (18/9/2024).

“Nanti akan kita lihat karena pelantikan presiden yang akan datang terjadi pada tanggal 20 Oktober,” lanjut Hasto.

Hasto menyebut hal terpenting dalam pertemuan itu adalah menyampaikan pesan-pesan ideologis terhadap jalannya pemerintahan ke depan agar hal-hal yang fundamental dapat dilakukan sebaik-baiknya.

“Seperti kedaulatan pangan yang menyejahterakan rakyat, kedaulatan energi, keuangan, Indonesia dengan jalan berkepribadian dalam kebudayaan itu dapat dilakukan dengan sebaik baiknya,” imbuh dia.

Terkait kans PDIP gabung pemerintahan Prabowo, Hasto menegaskan keputusan tersebut ada di tangan Megawati yang telah diberikan mandat saat kongres. Meski begitu, partai juga akan mendengarkan aspirasi dari akar rumput. 

“Sikap-sikap PDI Perjuangan mengacu pada sikap ideologis, kepada upaya untuk membentuk tata pemerintahan yang baik, yang diisi oleh kabinet profesional. Itulah yang diharapkan oleh PDI Perjuangan,” tutur Hasto.

Memberi Masukan sebelum Dilantik

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menilai pertemuan kedua tokoh nasional tersebut baik dilakukan. Menurutnya, pertemuan tersebut bisa saling memberikan masukan sebelum pelantikan.

“Saling memberikan masukan atau membuat rambu-rambu bersama sebelum pelantikan menurut saya itu baik,” ujarnya di Bogor, Rabu (18/9/2024).

Penulis: Mustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...