Pengumuman nomor urut pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang untuk Pilkada 2024 diwarnai dengan kericuhan yang mengakibatkan seorang anggota polisi dan seorang pendukung salah satu pasangan calon mengalami luka tusuk.
Keributan terjadi di sekitar lokasi pengumuman, saat sekelompok massa pendukung salah satu pasangan calon melakukan aksi provokatif dengan menaburkan pasir.
Otomatis Aksi ini memicu ketegangan di antara pendukung paslon, yang kemudian berujung pada insiden penusukan.
Terduga pelaku, seorang pria bernama AR (45), diketahui mengeluarkan sebilah pisau dan menyerang secara acak, yang mengakibatkan luka pada Aipda Trisno Widodo, anggota Polri yang sedang bertugas.
Aipda Trisno Widodo segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, terduga pelaku berhasil ditangkap dan ditahan di Polsek Ilir Timur I.
Menurut Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo, Dirreskrimum Polda Sumsel, keributan terjadi di luar lokasi acara resmi dan tidak berhubungan langsung dengan pengundian nomor urut.
“Keributan ini merupakan konflik internal di jalan di luar dari tempat acara. Penanganan sudah dilakukan oleh Polrestabes,” ungkap Anwar, kepada wartawan.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono, juga mengonfirmasi bahwa ada anggota polisi yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
“Iya betul, satu anggota ditusuk. Untuk laporan lengkapnya besok saja ya, biar lebih lengkap,” ucap dia.
Aksi Provokatif yang Memicu Ketegangan
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Tri Wahyudi, menjelaskan bahwa insiden penusukan ini terjadi di Jalan Mayor Santoso, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang.
“Benar, ada anggota (kepolisian) yang terkena tusukan sajam dari oknum massa paslon. Kejadiannya setelah pengamanan agenda Pilkada hari ini,” ujar Tri.
Tri menambahkan bahwa situasi menjadi semakin tegang setelah penetapan nomor urut paslon, ketika sekelompok massa berusaha menciptakan kerusuhan.
“Usai penetapan nomor urut paslon, ada oknum yang berusaha merusuh. Mereka melakukan aksi tabur pasir di lokasi kejadian,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian menyita barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan dalam penyerangan, serta dua kantong kecil pasir sebagai alat yang digunakan dalam aksi provokatif tersebut.
Pernyataan Bawaslu
Ketua Bawaslu Sumsel, Kurniawan, turut menanggapi insiden ini dengan harapan agar situasi politik di daerah tersebut tetap kondusif.
“Kami harap, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Kita ingin Pilkada 2024 berjalan dengan aman, damai, kondusif, dan lancar. Tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” ujarnya.
Kurniawan menekankan pentingnya seluruh lapisan masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam pesta demokrasi dengan cara yang damai, sehingga insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Kericuhan dalam pengumuman nomor urut ini menjadi pengingat akan tantangan keamanan yang dihadapi dalam proses demokrasi, terutama menjelang pemilihan umum yang semakin mendekat.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan semua pihak dapat lebih bijak dan menghargai proses demokrasi, demi menciptakan Pilkada yang aman dan damai bagi semua masyarakat Palembang.
Penulis: Purba Handayaningrat


