Profil dan Perjalanan Karier Bonnie Triyana yang Gantikan Tia Rahmania sebagai Anggota DPR RI dari PDIP

Date:

Sosok Bonnie Triyana mencuri perhatian publik usai ditetapkan untuk menggantikan Tia Rahmania, sesama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sebagai anggota DPR RI terpilih. Alhasil, Bonnie dilantik menggantikan Tia Rahmania, walau secara perolehan suara, Bonnie kalah.

Keputusan tersebut tertuang dalam SK Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 1386 Tahun 2024.

“(Bonnie Triyana) menggantikan calon terpilih atas nama Tia Rahmania, M.Psi., Psikolog. (peringkat suara sah ke I, nomor urut 2). Tia Rahmania, M.Psi., Psikolog. tidak lagi memenuhi syarat menjadi anggota DPR karena yang bersangkutan diberhentikan dari anggota partai,” demikian isi SK tersebut yang diakses dari laman kpu.go.id, Kamis (26/9/2024).

Semula, publik menduga penggantian tersebut karena kritik Tia Rahmania kepada Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron saat acara di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) pada Minggu (22/9/2024). Bahkan, kritikan Tia ke pimpinan lembaga antirasuah tersebut sempat ramai dibahas di media sosial.

Dugaan Penggelembungan Suara

Namun, menurut Bonnie Triyana, jauh sebelum itu dirinya sudah menggugat ke Mahkamah Partai terkait dugaan penggelembungan suara pada Mei 2024.

Gugatan tersebut dilayangkan berbekal putusan Bawaslu Banten yang menyatakan delapan Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) di Dapil Banten I terbukti bersalah menggelembungkan suara dan terkena sanksi administratif.

“Delapan PPT terbukti bersalah gelembungkan suara, diberi sanksi administrasi. Kenapa Tia tak disebut, karena gugatnya itu penyelenggara pemilu,” ujar Bonnie.

Bonnie mengungkapkan alasan dirinya menggugat ke Mahkamah Partai karena dia dan tergugat yakni Tia sama-sama calon anggota legislatif dari PDIP Dapil Banten I. Dia menyebut proses persidangan di internal partainya cukup lama hingga Agustus 2024.

“Mei, tanggal 13, 14, bawa langsung ke Mahkamah Partai. Itu panjang sidangnya. Mahkamah Partai memutus sekitar bulan Agustus,” ujarnya.

Setelah itu, putusan Mahkamah Partai dibawa ke Mahkamah Etik. Pada akhirnya, PDIP memecat Tia dan posisi Anggota DPR RI terpilih dari PDIP di Dapil Banten I otomatis digantikan oleh Bonnie karena dia berada di peringkat dua perolehan suara tertinggi.

Penjelasan PDIP

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menuturkan, Tia Rahmania diberhentikan dari PDIP dan posisinya sebagai Anggota DPR RI terpilih diganti oleh Bonnie didasarkan perselisihan suara, bukan karena kritikan terhadap Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Tak hanya Tia, tapi Rahmad Handoyo juga dipecat dari PDIP.

“Dua-duanya dipanggil, diperiksa oleh Panitera Mahkamah Partai. Siapapun, ada banyak lah, ada 100 lebih ya, yang masuk ke partai tentang perselisihan hasil suara itu,” kata Djarot kepada wartawan, Kamis (26/9/2024).

Kemudian Tia dan Rahmad membawa bukti seperti Form-C1 kepada Panitera Mahkamah Partai. Selanjutnya bukti-bukti mereka diperiksa untuk mendalami dugaan pengalihan suara.

“Nah, itu diperiksa semuanya. Itu ada pengalihan suara. Ya kan? Penambahan suara ya kan, di internal partai dan Ini diputus, dilihat setelah misalkan dia, misalnya, mengalihkan suara si A atau si B, itu terbukti dengan formulir C1 itu, maka itu harus dikeluari, ya kan? Kemudian dijumlah, dilihat, dan itu detail. Semuanya terekam,” beber Djarot.

Setelah memeriksa Tia dan Rahmad, Panitera Mahkamah Partai mengambil keputusan diterima atau ditolak adanya dugaan pengalihan suara tersebut.

“Kalau gugatan itu diterima, berarti dia itu kalah dong. Siapa? Tia ya? Termasuk juga Rahmad, sama, sama. Nah, setelah itu dilaporkan dalam rapat DPP. Hasil dari Mahkamah Partai dilaporkan ke DPP Partai. Makanya prosesnya lama, bukan tiba-tiba itu,” ujarnya.

Kini, banyak yang bertanya-tanya mengenai sosok Bonnie Triyana. Mari simak profil Bonnie Triyana, mengutip berbagai sumber.

Profil dan Karier Bonnie Triyana

Bonnie Triyana selama ini lebih banyak dikenal sebagai sejarawan. Ia lahir pada tanggal 27 Juni 1979 di Rangkasbitung, Banten.

Bonnie Triyana termasuk seorang sejarawan dan sempat menjadi Pemimpin Redaksi (Pimred) Historia. Berdasarkan situs web majalah sejarah Historia, posisi Bonnie terkini adalah Redaktur Senior.

Bonnie pun kerap berbagi cerita terkait sejarah, terutama tentang Presiden pertama RI, Soekarno.

Politik
Di dunia politik, Bonnie bernaung di partai berlambang banteng, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Di partai itu, Bonnie diangkat sebagai Kepala Badan Sejarah Indonesia PDI Perjuangan. Melansir dari Antara, dia dilantik menduduki jabatan tersebut pada Jumat, 5 Juli 2024 di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta.

Selain menjadi politikus, Bonnie juga merupakan kurator museum. Melansir dari laman STIE Stekom, Bonnie menjadi salah satu sosok yang menggagas Museum Multatuli di Rangkasbitung, Banten pada 2018.

Saat itu, dia membantu pemerintah daerah Kabupaten Lebak untuk mendirikan sebuah museum di gedung bekas kantor pejabat kolonial yang dibangun pada 1923.

Bonnie juga terlibat dalam penyelamatan gedung Sarekat Islam di Semarang pada 2012 lalu. Saat itu dia mengadvokasi untuk pemulihan gedung yang telah rusak tersebut, karena signifikansi historisnya.

Kurator Tamu di Rijksmuseum Amsterdam
Mengutip tempo.co.id, Pada 2022 lalu, Bonnie menjadi kurator tamu pameran Revolusi Nasional Indonesia di Rijksmuseum di Amsterdam, Belanda. Namun, partisipasinya menjadi kontroversial karena tulisan yang dimuatnya di surat kabar Belanda, NRC Handelsblad.

Menurut laporan Majalah Tempo berjudul, “Bonnie Triyana: Revolusi Indonesia Bukan Hanya Kekerasan,” mengungkapkan bahwa artikel yang dikirim Bonnie diubah judulnya oleh redaktur NRC, dari “Istilah ‘Bersiap’ yang Problematis” menjadi “hapus Istilah ‘Bersiap’ karena Rasis.”

Hal tersebut berujung kesalahpahaman dan membuat Bonnie dilaporkan oleh Federasi Hindia Belanda (FIN) ke kejaksaan Belanda. Namun pada akhirnya, tuntutan hukum tersebut digugurkan oleh kejaksaan Belanda. Bonnie pun mengaku lega setelah permasalahan tersebut selesai.

Kini, Bonnie aktif di dunia politik Indonesia. Dia pun akan dilantik sebagai anggota DPR dari Dapil Banten I pada 1 Oktober 2024.

Bonnie menggantikan Tia Rahmania yang gagal dilantik karena diberhentikan sebagai anggota partai PDI Perjuangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...