Kala Komandan Unit Udara Hizbullah Mohammed Srur Tewas Diserang Israel

Date:

Kamis 26 September 2024, menjadi hari yang menegangkan bagi Hizbullah dan Israel. Kala itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan serangan terbarunya di pinggiran selatan Beirut, usai Israel menolak seruan global untuk melakukan gencatan senjata.

IDF mengklaim, serangan yang dilakukannya telah menewaskan komandan unit udara Hizbullah, Mohammed Srur.

“Mengikuti panduan intelijen yang tepat dari Angkatan Udara dan Divisi Intelijen, jet tempur menargetkan dan melenyapkan (Srur), komandan unit udara Hizbullah, di Beirut,” terang sebuah pernyataan militer Israel seperti dikutip dari ndtv.com, Senin (30/9/2024).

Serangan udara di kubu Hizbullah di Dahiyeh memang ditargetkan untuk melenyapkan Mohammed Srur, yang disebut-sebut sebagai sebagai komandan unit udara Hizbullah. Kelompok militan tersebut juga telah mengonfirmasi kematian Srur dalam sebuah pernyataan yang dirilis Jumat pagi.

IDF juga mengirim pesawat perang ke pinggiran ibu kota Beirut yang menewaskan dua orang dan melukai 15 orang. Dengan begitu, sejak awal pekan ini, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 600 orang.

Pemimpin yang tewas dibunuh tersebut dianggap sebagai salah satu penasihat utama Hizbullah dan diduga mengarahkan berbagai serangan udara terhadap Israel, termasuk drone bermuatan bahan peledak dan rudal jelajah. Dia juga dikatakan memimpin pembuatan drone Hizbullah dan mendirikan lokasi produksi drone di Lebanon.

Mohammed Srur baru-baru ini dikirim oleh Hizbullah ke Yaman untuk melatih pemberontak Huthi di negara tersebut. Baik Hizbullah dan Houthi tercatat didukung oleh Iran.

Aksi ini merupakan serangan keempat terhadap pimpinan tertinggi Hizbullah dalam beberapa hari terakhir. IDF juga membunuh kepala misil Ibrahim Qubaisi dan  kepala operasi militer Hizbullah Ibrahim Aqil.

Kepala Staf IDF Letjen Herzi Halevi membenarkan pembunuhan tersebut dan mengatakan mereka akan terus menyerang Hizbullah.

“Kami harus terus menyerang Hizbullah. Kami telah menunggu kesempatan ini selama bertahun-tahun. Kami terus berupaya mencapai prestasi, menghilangkan lebih banyak pejabat senior, menggagalkan transfer senjata, dan menghancurkan daya tembak Hizbullah serta kemampuan serangnya di seluruh Lebanon,” terang Halevi.

Israel mengatakan pesawat tempurnya menargetkan 220 sasaran Hizbullah di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa pada hari Kamis. Sebagai balasan, Hizbullah juga menembakkan lebih dari 175 roket ke kota-kota Israel utara.

IDF juga menambahkan, pihaknya mencegat sebuah rudal yang ditembakkan dari Yaman setelah sirine dan ledakan terdengar pada Jumat pagi.

Sebenarnya, militan Houthi di Yaman juga telah berulang kali menargetkan Israel sejak perang Gaza dimulai. Pada Juli, Houthi menembakkan drone ke Tel Aviv untuk pertama kalinya dan menewaskan seorang pria dan melukai empat orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...