Adik Presiden ke-4 Republik Indonesia (RI) KH abdurrahman Wahid (Gus Dur) Umar Wahid ditunjuk menjadi Ketua Tim Kampanye Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi. Ini mengejutkan mengingat latar belakang Andika yang militer.
Semula, para pengamat menduga Andika akan membawa gerbong TNI ke barisan tim pemenangannya. Kemudian, tim kampanye diduga juga akan banyak melibatkan para purnawirawan TNI.
Di satu sisi, dugaan ini tak meleset-meleset amat. Cukup banyak militer aktif yang terlibat dalam tim pemenangan maupun kampanye Andika-Hendi.
Namun begitu, penjunjukan Umar Wahid sebagai ketua tim kampanye tetaplah mengejutkan. Lantas, apa alasan Umar Wahid mau menerima pinangan kubu Andika-Hendi untuk jadi ketua tim kampanye?
Alasan Umar Wahid Mau Jadi Ketua Tim Kampanye
Adik Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menyebut tawaran menjadi ketua tim pemenangan disampaikan Andika dua pekan lalu.
Dia mengaui, banyak yang kaget dia menjadi ketua tim kamapanye Andika-Hendi. Beberapa di antaranya bertanya lansung.
Menurut dia, alasan pertama adalah dia mengenal Andika Perkasa dan merasa cocok dengan visi dan pemikiran mantan Panglima TNI ini. Alasan kedua adalah, meskipun usianya kini sudah tua, dia tetap ingin memberi kontribusi bagi masyarakat.
“Oleh karena itu harus saya perbuat sebagai upaya saya untuk tidak pernah berhenti memikirkan kepentingan rakyat kita,” ujarnya.
Sasar Kiai NU dan Nahdliyin Jateng
Umar Wahid mengaku akan terus mendatangi para kiai di Jawa Tengah selama masa kampanye berlangsung. Langkah itu dilakukan untuk memenangkan pasangan nomor urut itu.
“Kunjungan akan dilakukan, dan akan terus dilakukan,” kata Umar Wahid di DPD PDI Jateng, Kamis (10/10/2024).
Dia mengaku sudah berkunjung di sejumlah kiai di Jateng, termasuk ke kediaman Gus Mus Rembang. “Jadi di Jateng sendiri sudah ke Rembang, Pekalongan, Batang dan Semarang,” ujarnya.
Umar mengaku selama kunjungannya tersebut belum ada kiai yang menyampaikan pesan khusus kepada pasangan Andika-Hendi. Namun para tokoh sudah memahami arah kepemimpinan Andika Hendi.
“Sangat baik, mereka tidak pesan secara khusus. Karena mereka sudah pada yakin Pak Andika Hendi akan membawa Jateng ke arah yang lebih baik. Mereka sudah paham tentu Pak Andika Hendi akan melakukan yang terbaik,” jelasnya.
Nantinya berharap akan berupaya meraup sebanyak mungkin suara dari kalangan Nahdliyin dalam konstestasi Pilkada 2024. Sedangkan pemetaan suara khususnya Nahdliyin bisa dari jalur informal atau bukan melalui instansi maupun partai politik.
“Jadi kita petakan, ada timnya Pak Andika ada yang menggarap ini, itu. Tugas utama saya tim sukses untuk mengkoordinasi ini dan menggarap Nahdliyin dari jalur informal dan kultural. Kita lihat saja daerah-daerah mana saja yang perlu diintensifkan,” ujarnya.
Di samping itu, dia berpesan kepada warga Nahdliyin agar bijak untuk memilih pemimpin yang terbaik bagi Jateng.
“Pesan saya kepada kiai dan para Nadliyin pilihlah calon pemimpin untuk Jateng yang terbaik. Tujuan saya jadi tim sukses Pak Andika Hendi? Karena saya yakin mereka berdua yang terbaik,” pungkasnya.
Sementara, menilik tim kampanye Andika Perkasa-Hendrar Prihadi. Ada beberapa nama yang sangat populer di Indonesia.
Dalam daftar tersebut terlihat Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menjadi juru kampanye Andika dan Hendi. Sederet elite partai seperti Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Djarot Saiful Hidayat, dan Basuki Tjahaja Purnama turut masuk dalam daftar tersebut.
Tidak hanya elite partai saja, terdapat nama-nama purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) hingga Mayor Jenderal (Mayjen). Mereka bersatu untuk memenangkan Andika-Hendi.


