Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengklaim sejahteraan masyarakat meningkat pada 2024. Dia mengatakan indikator kesejahteraan masyarakat meningkat signifikan.
Dia menyebutkan, tingkat pengangguran turun menjadi 4,8% pada 2024. Sementara, tingkat kemiskinan turun tajam menjadi 9,03%.
“Angka kemiskinan ekstrem juga turun signifikan menjadi 0,83% di tahun 2024,” kata Jokowi dalam pidatonya, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Dia menjelaskan, bantuan pendidikan terus diberikan untuk masyarakat miskin dan rentan. Sekitar 20 juta siswa per tahun menerima Program Indonesia Pintar. Sedangkan, Program KIP Kuliah dan Bidik Misi ada 1,5 juta mahasiswa.
Selain itu, sekitar 45 ribu mahasiswa telah menerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Dia juga mengklaim, upaya perbaikan di sektor kesehatan menunjukkan hasil yang baik. Angka kematian bayi turun dari sebelumnya 27 per seribu kelahiran menjadi 17 per seribu kelahiran pada 2023. Angka prevalensi stunting turun dari 37,2% menjadi 21,5% pada 2023.
Jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pun meningkat dari sebelumnya 133 juta menjadi 273 juta pada 2024. Di mana separuh dari jumlah tersebut adalah Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga selalu terjaga di kisaran 5,0%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan global sebesar 3,4%.
Tenaga kerja baru juga bertambah sebanyak 21,3 juta pada periode 2015–2024.
“Rasio utang kita juga salah satu yang paling rendah di antara kelompok negara G20 dan ASEAN. Di sisi lain, nilai ekspor Indonesia naik lebih dari 70%, mencapai 259 miliar dolar AS di tahun 2023. Neraca transaksi berjalan secara bertahap terus menguat. Neraca dagang selalu mencatat surplus selama 51 bulan terakhir,” tutur Jokowi.


