Mantan Gubernur Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan buka suara soal beredarnya flyer yang mencantumkan nama dia dan nomor rekening untuk pendirian partai. Poster tersebut beredar setelah Anies menyatakan akan membuat organisasi masyarakat (ormas) atau partai pascapilkada.
“Beberapa waktu ini beredar ada formulir, ada QR code, ada nomor rekening, ada yang meminta untuk menyumbang, ada yang minta untuk mendaftar, ada yang terkait dengan partai dan ormas,” kata Anies melalui akun X@aniesbaswedan dikutip Minggu (1/9/2024).
Anies membantah dirinya minta sumbangan kepada masyarakat untuk membuat partai baru. Anies mengatakan sejauh ini pihaknya belum melakukan proses perekrutan anggota sebagaimana yang beredar di poster.
“Saya ingin tegaskan itu semua bukan dari saya dan kami tidak pernah mengedarkan apapun juga. Saya paham antusiasme itu luar biasa besar, tapi harap hati-hati, harap kritis. Dan sampai hari ini, Sabtu 31 Agustus 2024 belum ada formulir apapun, belum ada edaran apapun,” tegas Anies.
Anies Akan Bentuk Ormas atau Partai Baru
Sebelumnya, Anies membuka opsi mendirikan ormas atau partai baru setelah batal maju sebagai calon gubernur di Pilkada 2024. Hal tersebut disampaikan Anies ketika merespons usulan dari pendukungnya untuk masuk ke salah satu partai politik atau membentuk partai politik baru.
“Kalau masuk partai, pertanyaannya, partai mana yang sekarang tidak tersandera oleh kekuasaan? Jangankan dimasuki, mencalonkan saja terancam, agak berisiko juga bagi yang mengusulkan. Jadi, ini adalah sebuah kenyataan. Jadi, kita lihat saja kedepannya,” ungkap Anies.
Ketimbang masuk partai, Anies cenderung ingin mendirikan ormas atau partai baru. Dia merasa semangat perubahan semakin hari makin besar. Menurut Anies, kekuatan tersebut perlu diwadahi dalam bentuk ormas maupun partai.
“Diperlukan menjadi gerakan, maka membangun ormas atau membangun partai baru mungkin itu jalan yang akan kami tempuh. Kita lihat sama-sama ke depan,” tutur Anies.
Anies berharap, dengan dibentuknya ormas atau partai politik baru dapat mewujudkan langkah-langkah konkret untuk mewadahi gerakan yang menginginkan Indonesia lebih setara, demokrasi yang lebih sehat, serta politik yang lebih mengedepankan kebijakan dan gagasan.
Anies Masih Independen, Belum jadi Kader Partai Tertentu
Sejak dicalonkan menjadi Gubernur Jakarta 2017, Anies hingga sekarang masih independen. Dia tidak menjadi kader partai tertentu. Kendati demikian, Anies beberapa kali diusung oleh partai politik untuk maju sebagai calon kepala daerah bahkan presiden.
Pada Pilkada Jakarta 2017, Anies dan Sandiaga Uno diusung oleh Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pada Pilpres 2024, Anies diusung oleh NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan PKS.
Penulis: Chairil Mustami


