Seorang pria berkebangsaan asing kini jadi buronan internasional setelah menyiram kopi panas ke tubuh seorang bayi berusia 9 bulan. Kepolisian Queensland bekerja sama dengan mitra kepolisian internasional tengah berupaya menemukan pria tersebut yang kini dilaporkan telah meninggalkan Australia lewat bandara Sydney.
Melansir laman The Guardian, Senin (9/9/2024), serangan acak yang dilakukan bulan lalu tersebut menggemparkan seluruh negeri. Bayi berusia 9 bulan tersebut menderita luka bakar serius di wajah dan bagian badannya.
Kepolisian Queensland telah mengeluarkan surat penangkapan pada pria berusia 33 tahun tersebut atas serangan yang ia lakukan. Pria tersebut bisa dijatuhi hukuman seumur hidup atas perbuatan kejinya itu.
Detektif Paul Dalton dari Unit Investigasi Perlindungan Anak Brisbane mengatakan, pria tersebut diyakini terbang ke luar negeri setelah terbang dari bandara Sydney pada 31 Agustus. Kepolisian juga telah mengantongi identitas pelaku selang 12 jam setelah ia meninggalkan Sydney.
Pria tersebut diketahui kabur ke luar negeri enam hari setelah insiden terjadi.
“Ini mungkin menjadi salah satu investigasi paling rumit yang pernah saya alami dan cukup membuat frustasi,” terang Dalton.
Dalton mengatakan, polisi awalnya salah menyebutkan nama tersangka penyerang. Hal ini menyulitkan sang detektif beserta timnya untuk segera menangkap pelaku.
“Kami segera menyadari bahwa orang ini mengetahui metodologi kepolisian, dan tentu saja melakukan aktivitas kontra-pengawasan, yang membuat penyelidikan menjadi cukup rumit,” terang Dalton.
Selain itu, pihaknya kesulitan mendapatkan cukup bukti untuk mendapatkan surat perintah.
Sementara, ibu dari sang bayi merasa sangat terpukul dan hancur akibat kejadian tersebut. Sang anak kini telah menjalani perawatan cangkok kulit di rumah sakit anak Queensland.
“Semuanya terdengar seperti kepolisian sedikit lagi bisa menangkap pelaku. Saya hanya benar-benar ingin tahu kenapa dia bisa melakukan hal semacam ini. Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin tidak akan pernah terjawab,” kata Dalton.
Meski pelaku tertangkap, tapi proses penyembuhan sang bayi masih akan berjalan selama bertahun-tahun. Sementara pihak keluarga tidak akan pernah sembuh dari luka mental akibat kejadian itu.
“Saya masih tidak tahu di mana pelaku berada. Selama itu saya tidak mau meninggalkan rumah sakit karena sekarang ini tempat yang aman bagi kami,” terangnya.
Sang ibu juga mengaku ketakutan, cemas dan stres melihat kondisi bayinya saat ini. Ia mengaku menangis setiap hari.
Pelaku adalah penduduk asing yang tidak menetap. Ia datang dan pergi dari Australia sejak sekitar 2019, dan diketahui beralamat di New South Wales dan Victoria.


