Sesuai dengan peraturan, tahapan kampanye Pilkada 2024 dilaksanakan pada 25 September-23 November 2024. Sembari menunggu kampanye berlangsung, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta melakukan sejumlah safari politik.
Sebut saja pasangan Ridwan Kamil dan Suswono (Rido). Pada Kamis 19 September 2024, Rido menemui Presiden RI ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor.
Ridwan Kamil mengaku mendapatkan 10 nasihat dari SBY. “Ya Pak SBY, nasihatnya ada 10, banyak sekali lah. Kebanyakan tentang kepemimpinan, kebanyakan tentang keyakinan,” kata pria yang akrab disapa RK di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, kemarin.
RK juga menemui Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya, Jakarta, Kamis 5 September petang. RK mengaku ingin meminta arahan dan nasihat terkait kontestasi Pilkada Jakarta yang diikutinya.
Dia juga berkunjung ke kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar pada hari yang sama.
Pasangan Pramono Anung dan Rano Karno juga terpantau bertemu dengan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Simpang Susun Semanggi, Kamis (19/9/2024).
Mereka juga rajin bersafari ke tengah masyarakat Ibu Kota Jakarta.
Bagaimana dengan pasangan calon independen, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana Abyoto?
Ketika IDDB.id menelusuri aktivitas Dharma-Kun di mesin pencarian, tak banyak hasil yang didapat. Begitu pula penelusuran tentang pemberitaan terkait pasangan itu di sejumlah media mainstream.
Paling banyak dan terakhir, berita soal mereka bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso lah yang terlacak. Keduanya menyambangi Sutiyoso di rumah mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu di Jalan Raya Kalimanggis, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa 7 September 2024 pagi.
Dharma pernah mengatakan, pola kampanyenya sebagai calon independen berbeda dengan paslon lain yang diusung partai politik. Oleh karena itu pula, dia tidak membentuk timses.
“Kami bukan partai, ingat, ya. Kami berjalan justru menggerakkan. Silakan masyarakat yang kampanye untuk kami. Ingat polanya berbeda,” ujar Dharma kepada wartawan di RSUD Tarakan, Jakarta, Minggu (1/9/2024).
“Kalau partai mungkin sentralisasi, kalau kami desentralisasi,” lanjut dia.
Dia pun mempersilakan semua relawan di setiap tempat bergerak sendiri-sendiri untuk mengampanyekan Dharma-Kun.
Dharma-Kun merupakan pasangan calon yang kontroversial. Pencalonannya menuai protes lantaran diduga terkait dengan dugaan pencatutan identitas warga secara sepihak.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md pun ikut berkomentar. Dia menilai KPU DKI Jakarta seharusnya membatalkan pencalonan Dharma Pongrekun-Kun Wardana di Pilgub Jakarta. Sebab, pencalonan keduanya diwarnai dugaan pencatutan identitas warga secara sepihak. KPU mestinya mengakui kekeliruan dalam proses verifikasi syarat dukungan pasangan tersebut.
“Seharusnya iya dong (dibatalkan), seharusnya KPU langsung, ‘saya keliru kemarin’,” kata Mahfud di Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2024).
Namun, KPU memutuskan, keduanya lolos persyaratan dan bisa maju di Pilkada DKI Jakarta 2024.
Kalau menurut kalian?


