Kisah Mistis Perempuan Belanda Berkaki Kuda di Benteng Vredeburg Yogyakarta

Date:

Benteng Vredeburg di Yogyakarta tak hanya menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menyimpan kisah-kisah mistis yang merindingkan. Di balik tembok-tembok tebalnya, beredar cerita tentang penampakan makhluk halus yang menghantui benteng tua ini.

Dihimpun dari beberapa sumber, dan cerita mulut ke mulut, salah satu kisah yang paling terkenal adalah penampakan seorang perempuan Belanda berkaki kuda. Banyak saksi yang mengaku melihatnya di tengah malam.

“Sejak dahulu cerita kakek nenek saya seperti itu, ada sosok noni Belanda, yang jika tersibak pakian bawahnya nampak kakiknya kaki kuda. Beberapa tetangga yang bisa melihat juga ada yang berkisah seperti itu,” ujar Maha Sugianto, warga Yogyakarta.

Warga lainnya juga senada, mereka bercerita, perempuan itu muncul dengan gaun panjang khas Belanda, namun ketika gaunnya tersingkap, terlihat kaki kuda di baliknya, membuat siapa pun yang melihatnya lari ketakutan.

Tidak hanya itu, tentara Belanda tanpa kepala juga sering dikabarkan muncul di sekitar benteng. Mereka terlihat berbaris rapi, seolah-olah masih menjalankan tugas mereka sebagai penjaga benteng.

Penampakan ini menambah angkernya suasana benteng, terutama saat malam tiba, ketika kegelapan menyelimuti seluruh kawasan.

Akses ke Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg Yogyakarta (jogjakota.go.id)

Benteng Vredeburg yang terletak di jantung Yogyakarta, tepat di Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Gondomanan. Berdekatan dengan kawasan Malioboro yang selalu ramai pengunjung, benteng ini menjadi destinasi yang mudah diakses oleh wisatawan.

Dari Malioboro, pengunjung hanya perlu berjalan kaki beberapa menit untuk sampai ke benteng yang bersejarah ini. Dengan lokasinya yang strategis, benteng ini menawarkan perpaduan wisata sejarah dan mistis yang memikat.

Bangunan megah yang mematung ini berdasar data, dibangun pada tahun 1760, Benteng Vredeburg awalnya berfungsi sebagai benteng pertahanan Belanda. Mereka membangunnya untuk mengawasi Keraton Yogyakarta setelah Kesultanan Yogyakarta berdiri pada 1755.

Meski Belanda mengklaim benteng ini dibangun untuk menjaga keamanan, tujuannya jelas untuk mengontrol aktivitas di dalam keraton. Sultan Hamengku Buwono I mengizinkan pembangunannya, dan benteng ini diberi nama Rustenburg, yang berarti tempat istirahat.

Setelah gempa besar merusaknya pada tahun 1867, benteng ini dipugar dan diberi nama baru, Vredeburg, yang berarti perdamaian.

Suara Langkah Misterius

Diorama di Benteng Vredeburg Yogyakarta (jogjakota.go.id)

Kembali ke kisah mistis di benteng ini berkembang seiring waktu, terutama setelah benteng ini beralih fungsi menjadi museum pada tahun 1992. Pengunjung museum tidak hanya disuguhi sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga cerita horor yang semakin memperkuat daya tariknya.

Kisah tentang suara langkah kaki misterius, hawa dingin yang tiba-tiba muncul, serta kehadiran makhluk tak kasat mata menjadi cerita yang sering terdengar di kalangan pengunjung.

Benteng ini kini menjadi destinasi yang populer bagi mereka yang tertarik dengan sejarah maupun kisah-kisah mistis. Banyak yang penasaran ingin menguji nyali mereka, berharap bertemu dengan salah satu penampakan yang terkenal di sana.

Meski terkesan angker, benteng ini tetap ramai dikunjungi, terutama oleh wisatawan yang ingin menyelami sejarah panjang Yogyakarta serta mendengar langsung cerita-cerita mistis yang menyelimuti bangunan tua ini.

Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, hanya Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak, Benteng Vredeburg menjadi destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan saat berada di Yogyakarta. Pengunjung bisa menikmati sejarah dan merasakan sensasi mistis yang mungkin muncul di sela-sela kunjungan mereka.

Sejarah dan kisah mistis yang mengiringi Benteng Vredeburg menjadikannya tempat yang penuh daya tarik. Benteng ini menjadi saksi bisu dari masa lalu Yogyakarta yang penuh perjuangan dan peristiwa penting.

Bagi para penggemar sejarah dan pencinta hal-hal mistis, Benteng Vredeburg menyajikan pengalaman yang tak terlupakan, di mana sejarah dan misteri berbaur dalam keheningan bangunan tua yang tetap kokoh berdiri di tengah hiruk pikuk kota.

Penulis: Purba Handayaningrat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...