Robot saat ini mulai menggeser banyak lapangan pekerjaan manusia. Lihat saja, pekan ini, Elon Musk mengklaim robot humanoid Tesla akan menjadi produk terbesar yang pernah ada yang dapat membantu pekerjaan rumah tangga seperti memotong rumput, membersihkan dapur, hingga mengasuh anak di rumah.
Namun, hal itu masih memicu perdebatan sengit di kalangan investor dan masyarakat mengenai kapan dan apakah dia akan berhasil menempatkan robot tersebut di setiap rumah.
Melansir laman New York Post, Kamis (17/10/2024), Robot Optimus yang berjalan dan berbicara tersebut tercatat mencuri perhatian pada acara Kamis malam di Los Angeles saat Musk meluncurkan “Cybercar” milik perusahaannya, yakni sebuah taksi yang dapat mengemudi sendiri.
Robot setinggi hampir 6 kaki itu lantas menari di atas panggung mengikuti musik techno, menyajikan koktail buah, dan memainkan batu, kertas, gunting.
Musk mengatakan, robot-robot tersebut pada dasarnya dapat melakukan apa pun yang diinginkan pemiliknya, mulai dari pekerjaan rumah tangga atau sekadar jadi teman saja. Harga robot itu juga diklaim lebih murah dibandingkan harga sebuah mobil, di rentang USD 20 ribu atau Rp 310,8 juta hingga USD 30 ribu atau Rp 466,3 juta.
Musk tampak masih merahasiakan waktu peluncurannya meski awal tahun ini dia mengatakan, Tesla kemungkinan mampu menjual robot-robot humanoid tersebut di akhir 2025.
Namun begitu, para ahli ragu Musk dapat mengatasi banyak kelemahan robot itu hanya dalam beberapa tahun saja. Dev Nag, CEO QueryPal, sebuah perusahaan otomasi yang menggunakan kecerdasan buatan, mengatakan kemungkinan perlu waktu lima tahun atau lebih sebelum konsumen bisa memiliki bot Optimus di rumahnya.
“Robot itu masih menghadapi tantangan di berbagai bidang seperti berjalan dengan mantap di medan yang tidak rata, bertahan sepanjang hari dengan sekali pengisian baterai, dan bernavigasi dengan aman di sekitar manusia dan hewan peliharaan, sebuah persoalan yang lebih sulit daripada apa yang terlihat,” terang Nag
Agnieszka Pilat, seorang seniman robotik yang bekerja dekat dengan Boston Dynamics dan Agility Robotics, sepakat bahwa robot-robot tersebut dalam lima tahun terbilang ‘teramat optimis’. Robot-robot itu awalnya tampak akan dibuat untuk para miliarder dan orang-orang berstatus sosial tinggi.
“Tapi butuh 10 tahun untuk persiapan yang benar-benar matang. Penyesuaian massal akan butuh waktu lama karena harganya yang sangat mahal. Perangkat lunak dan kerasnya sangat rumit,” ujar Pilat.
Sementara analis Wedbush mengatakan, robot tersebut akan siap bertugas di rumah tangga pada 2027 mendatang. Menurunya, robot yang baru saja diperkenalkan Musk masih benar-benar belum terprogram dan belum sepenuhnya otomatis.
Meski begitu, ia mengakui robot optimus jauh lebih canggih dari yang ia kira. Bagaimana tidak, sebuah robot dapat menari di panggung dengan pakaian khusus.
Amelie Fabiola


