Open Mic 6 Komika di Depan Gedung DPR: Ketika Pejabat Mulai Melawak, saatnya Para Komedian yang Melawan

Date:

Aksi Demo Kawal MK Jakarta (Antara)
Aksi Demo Kawal MK Jakarta (Antara)

Sejumlah komika ikut aksi tolak Revisi UU Pilkada di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat hari ini, Kamis (22/8/2024). Beberapa pelawak di antaranya Abdur Arsyad, Arie Kriting, Abdel Achrian, Bintang Emon, Arif Brata, Yudha Keling, hingga Rigen Rakelna. Mereka pun memberikan orasi dan pernyataan saat aksi kawal putusan MK.

  1. Arie Kriting: Wakil Rakyat Tidak Mewakili Suara Rakyat

Arie Kriting mengatakan, kehadiran dia bersama teman-teman komika yang tergabung dengan massa aksi untuk menunjukkan aksi solidaritas sebagai rakyat Indonesia. Ia mengaku sudah capek banyak berharap pada wakil rakyat.

“Kami di sini mungkin ada beberapa teman yang hadir di sini tapi ada banyak lain hadir di sana. Kita datang ke sini untuk menunjukkan aksi solidaritas karena kita sudah capek, sudah capek,” kata Arie dengan lantang di depan Gedung DPR Senayan Jakarta.

Pelawak kelahiran Kendari, Sulawesi Tengah ini berharap dengan aksi yang dilakukan di berbagai daerah bisa mengetuk hati wakil rakyat yang menurut dia saat ini mereka tidak lagi mewakili suara rakyat.

“Selama ini kita masih punya harapan tipis-tipis. Mudahan-mudahan ada yang terketuk, tapi hari ini di depan mata kita, kita melihat dengan gamblang bagaimana wakil rakyat kita tidak mewakili suara rakyat,” katanya.

Arie menyebut tujuan ikut aksi di depan Gedung DPR RI adalah untuk mengawal putusan MK yang sedang diakali oleh para wakil rakyat di senayan. Dengan aksi tersebut ia menyatakan bahwa rakyat masih ada yang peduli dengan kondisi bangsa ini.

“Kedatangan kita hari ini untuk menunjukkan bahwa kita rakyat untuk Indonesia. Kalau kalian tidak bisa memikirkan yang terbaik untuk Indonesia, kami yang berdiri untuk itu,” tegasnya.

“Mudah-mudahan kehadiran kita di sini, hari ini, besok, dan seterusnya untuk terus mengawal apa yang sudah diputuskan MK agar bisa dilaksanakan oleh wakil-wakil rakyat kita. Kita tunjukkan bahwa rakyat masih ada, kita tidak tidur. Jadi, kita kawal terus, kawal. kita akan kawal!” tandas dia mengakhiri orasi.

  1. Abdel Achrian: Ada Ketidakadilan terhadap Keputusan MK

“Sebenarnya, gua sama teman-teman komika datang ke sini karena merasa satu aspirasi ya, ada masyarakat yang merasa ada ketidakadilan di sini. Kami ingin menunjukkan keberhikanan kami kepada masyarakat yang menganggap ada ketidakadilan terutama terhadap keputusan MK,” kata Abdel saat diwawancara.

  1. Rigen Rakelna: Ketika Pejabat Mulai Melawak, saatnya Para Komedian yang Melawan

Rigen mengatakan, rapat paripurna ditunda atau tidak itu adalah pertimbangan dari DPR. Akan tetapi, ia turun aksi karena merasa ada yang tidak beres dengan bangsa ini dan menganggap para pejabat telah ‘melawak’.

“Ketika para pejabat mulai melawak, saatnya para komedian yang melawan,” tegasnya.

  1. Mamat Alkatiri: Sudah Genting, Aturan Gampang Sekali Diakali

Komedian lain, Mamat Alkatiri menegaskan ia dan teman-teman komika ikut aksi bukan tidak didasari karena perbedaan politik. Mereka datang karena kesadaran diri sendiri yang sudah muak dengan aturan yang dengan mudah diakali.

“Kita datang tidak untuk siapa-siapa, atas dasar diri kita sendiri, keinginan kita sendiri. Kita merasa saat ini sudah genting, secara gampang sekali aturan diakal-akalin, belok-beloknya,” kata Mamat.

  1. Bintang Emon: Kalau Belum Umur 30 Jangan Nyalon Dulu, Jangan Ya Dek Ya!

Bintang Emon yang biasa menyindir pemerintah di media sosial juga ikut menyampaikan orasi di atas mobil komando.

“Lawan! Kita dikumpulkan karena kemarahan kita. Kita dianggap tolol, ketika dianggap tolol, kita harus lawan. Berikan kami kompetisi yang baik untuk menghasilkan pemimpin yang baik untuk kita,” katanya..

“Tadi ada titipan dari teman-teman di bawah. Buat teman-teman yang enggak bisa hadir di sini, tanamkan ini dalam kepala kalian, kalau belum umur 30 jangan nyalon dulu, jangan ya dek ya. Hidup rakyat!” lanjut dia.

  1. Abdur Arsyad: Yang Lucu Ada di DPR

Giliran Abdur yang orasi di mobil komodo. Kata dia, kehadiran dia di depan Gedung DPR bukan untuk melucu, karena yang lucu adalah para wakil rakyat yang tidak mewakili suara rakyat di Senayan.

“Jangan berharap kami lucu di atas mobil ini, karena yang lucu itu ada di dalam sana (DPR). Kita berkumpul, mohon maaf jika bapak ibu mengalami kemacetan, tapi kita mau pastikan demokrasi itu tidak macet 5 tahun ke depan. Kita kawal putusan MK, harusnya yang ditetapkan MK seperti putusan pilpres beberapa bulan lalu, harusnya itu pula yang harus KPU dan (DPR) taati,” tegas Abdur.

Latar Belakang Aksi Tolak RUU Pilkada

Sebagaimana diketahui, aksi penolakan Revisi UU Pilkada diserukan sejak kemarin malam, Rabu (21/8/2024) buntut Badan Legislasi (Baleg) menggelar rapat membahas poin-poin putusan MK.

Dalam rapat itu, mayoritas fraksi setuju menolak putusan MK MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan Nomor 70/PUU-XXII/2024.

Jika Revisi UU Pilkada disahkan DPR, maka partai politik yang kurang 20 persen kursi DPRD tidak bisa memiliki tiket mendaftarkan calon kepala daerah dan syarat usia 30 tahun berlaku saat pelantikan.

Dua poin krusial itu dinilai agar Pilkada Jakarta melawan kotak kosong atau calon independen karena PDIP yang tidak memenuhi syarat kursi DPRD tidak bisa mengusung calonnya.

Di samping itu, juga memuluskan putra bungsu Presiden Joko Widodo untuk maju di Pilkada karena dia baru berusia 30 tahun pada Desember nanti.

Penulis: Chairil Mustami

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...